THR Maksimal Dibayarkan H-7 Lebaran, Disnakertrans: Kalau Tidak Disanksi Ini!

Jumat, 15 April 2022 - 16:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi mengimbau perusahaan wajib mengeluarkan Tunjangan Hari Raya (THR).

Tak hanya itu, imbauan akan THR ini pun dilontarkan secara tegas dari aktivis buruh yang tergabung dalam wadah, Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SP TSK SPSI) PT Glostar Indonesia (GSI) I Cikembar.

Pasalnya, mengacu pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, THR Keagamaan merupakan pendapatan non upah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh menjelang Hari Raya Keagamaan.

“Pembayaran THR bagi pekerja atau buruh ini wajib diberikan sekali dalam setahun oleh perusahaan. Utamnya, pembayaraannya maksimal H-7 atau 7 hari sebelum Hari Raya Keagamaan,” tegas Ketua PUK SP TSK SPSI PT GSI I Cikembar, Mulyadi kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (15/04/2022).

Selain pemberian THR yang sudah diatur dalam peraturan pemerintah, melalui Permenaker 6/16 ini. Tak sedikit perusahaan-perusahaan pun memperkuatnya kembali melalui Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

Masih kata Mulyadi, bahkan di GSI 1 maupun 2 mislanya, ini ada hal yang berbeda dan sangat menarik yaitu menerapkan sistem persentase.

“THR dibayarkan dihitung masa kerja nol sampai terakhir kerja. Jadi, bagi buruh yang kerjanya sudah lama akan lebih besar dibandingakan bueuh yang masih baru,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Tedi Kuswandi menambahkan, adapun sanksi yang bakal diberikan pada perusahaan yang melanggar pembayaran THR keagamaan ini diatur dalam PP nomor 36 tahun 2021, Permenaker nomor 20 tahun 2016 dan Permenaker nomor 6 tahun 2016.

“Bagi perusahaan yang terlambat membayar THR akan didenda 5% dari total THR yang harus dibayarkan. Dengan catatan, denda dikelola dan dipergunakan untuk kesejahteraan pekerja atau buruh,” terangnya.

Kemudian, bagi perusahaan yang tidak membayarkan THR akan didenda berupa sanksi administratif. Dari mulai teguran tertulis, pembatatasan kegiatan usaha, penghentian sementara, sebagaian atau seluruh alat produksi.

“Dan sanki terakhir masih dalam dasar hukum tadi yakni hingga bisa dengan pembekuan keuangan usaha. Jadi, kami mengimvau jangan sampai pembayaran THR ini terlambat apalagi tidak dibayarkan,” tandansya.

Reporter: Ruslan AG | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terbaru