JURNALSUKABUMI.COM – Soal kapal tongkang terdampar di Pantai Cipatuguran, Kelurahan/ Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, akhirnya pihak Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jabar 2 buka suara.
Manager Pengelolaan Energi Primer PLTU, Lutfi Nurhakim mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemilik kapal untuk percepatan upaya penanganan evakuasi kapal tongkang tersebut agar bisa segera lepas dari bibir pantai. PLTU juga memonitor proses evakuasi tersebut.
“Jadi terkait tongkang kandas di sekitar pantai, kami dari pihak PLTU sudah berkoordinasi dengan pihak pemilik kapal atau owner bagaimana proses penanganannya. Mereka sudah berkomitmen untuk segera melakukan segala cara untuk mengevakuasi tongkang ini. Kami PLTU akan memonitor supaya apa yang menjadi tanggung jawab pihak pemilik tongkang ini sesuai komitmen mereka mungkin itu yang bisa kami lakukan dari sisi PLTU seperti itu,” kata Lutfi kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (24/2/2022).
Lutfi menampik pihaknya dianggap lalai terkait kondisi tongkang yang tidak baik saat kembali dari dermaga tongkang PLTU. Karena menurutnya, kondisi cuaca yang kurang baik mengakibatkan kapal itu kembali kandas. Ia tidak membantah bahwa kandasnya kapal tongkang itu terjadi dua kali, saat masih berisi muatan batu bara dan saat kosong sekembalinya dari PLTU.
“Memang kita beberapa minggu lalu cuaca bisa dikatakan kondisi cukup kurang baik, sehingga kandas pertama kali kita sudah alhamdulillah bisa terevakuasi saat itu kita lakukan pembongkaran kargonya, bongkar sekitar kurang lebih dua hari lancar. Mungkin efek dari kandas pertama itu ada indikasi kebocoran dan pada saat pembongkaran ini tidak bisa tidak ada kemungkinan melakukan perbaikan dari pihak kapal,” kata Lutfi.
Soal tudingan lalai dari masyarakat, pihak PLTU menyebut pihak kapal akan melakukan perbaikan di luar dermaga. “Tidak mungkin melakukan perbaikan di Jetty (dermaga) apalagi kami ada operasional pembongkaran batu bara untuk kebutuhan pembangkit sehingga dari pihak kapal berencana melakukan perbaikan di luar. Tapi sayangnya pada saat proses keluar tidak lama kemudian efek cuaca buruk tongkang kembali kandas itu tentunya kejadian yang tidak kami harapkan, saat ini kita fokus ke penanganan” bebernya.
Terkait dampak, pihaknya baru akan memikirkan usai upaya evakuasi berhasil dilakukan. “Untuk dampak sendiri, yakni karena kita masih fokus berkoordinasi dengan pihak pemilik kapal bagaimana caranya agar cepat terevakuasi adapun terkait dampak dari pihak pemilik kapal tentunya akan bertanggung jawab dalam hal dampak ditimbulkan dan ini kita akan koordinasi terus, kita tekan terus seperti apa nanti penanganan setelah ini selesai. Jadi kita tetap fokus dulu evakuasi ini supaya kita nanti lakukan langkah langkah selanjutnya,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












