JURNALSUKABUMI.COM – Penarikan kapal kapus jaya 312 yang terdampar di Pantai Cipatuguran, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi belum dapat dilakukan.
Upaya evakuasi kapal tersebut terbilang alot mengingat posisi kapal yang kandas sangat dalam dan kondisi gelombang laut yang masih tidak menentu.
“Untuk tongkang kandas, ini yang kedua kalinya. Penanganan sendiri kita sejak kapal kandas sampai hari ini tetap melakukan penarikan dengan kapal Tug Boat,” kata Ervan, keagenan Kapal Tongkang PT Bahtera Dwijaya Abadi (BDA) di lokasi, Selasa (22/2/2022).
Sebelumnya, kata dia, beberapa kapal Tug Boat Voyager 6 dikerahkan untuk menarik kapal tersebut. Namun penarikan itu tidak membuahkan hasil dan kondisi kapal masih tetap bertahan tanpa adanya pergerakan.
“Kesulitan yang dihadapi, sepertinya di bagian tongkang itu sudah tertanam pasir jadi agak berat penarikan ke arah lautnya, hari ini kita pakai 5 kapal untuk narik, beberapa hari lalu kita pernah pakai 6 sampai 7 kapal tapi belum berhasil juga,” terangnya.
Menurut Ervan, kapal tongkang tersebut mengangkut batubara puluhan ton dari Jambi. Kapal tongkang berangkat dari Jambi pada Januari lalu dengan ditarik kapal Tug Boat Voyager 6 dengan tujuan dermaga PLTU Jabar II Palabuhanratu.
Kapal tersebut, tiba di perairan Palabuhanratu Februari awal dan siap masuk ke dermaga PLTU Jabar II. Namun kondisi gelombang laut yang tinggi, menyebabkan kapal tidak bisa merapat dan terhempas gelombang tinggi dengan kondisi muatan batu bara.
Pada saat terdampar, kapal tongkang dengan muatan dapat dievakuasi dan langsung masuk ke dermaga PLTU. Setelah penurunan muatan batu bara, kapal dikeluarkan kembali namun kembali terhempas ombak hingga Selasa (22/2) sore belum bisa di tarik.
“Sudah sebelas hari kapal kandas mulai dari tanggal 10 Februari 2022 lalu,” ucapnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Mohammad Noor












