Jadi Korban Trafficking, Wanita Sukabumi Kepincut Gaji Besar di Papua

Kamis, 17 Februari 2022 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Satu di antara orangtua korban trafficking asal Sukabumi yang dikirim ke Provinsi Papua mengaku jika sebelumnya anaknya kepincut rayuan gaji besar.

LA (52), orangtua korban asal salah satu kecamatan di Kabupaten Sukabumi ini menjelaskan, keberangkatan anaknya itu karena tergiur ajakan salah seorang kenalannya yang dijanjikan bekerja layak dengan gaji besar di tempat hiburan di daerah Papua.

“Setelah anak saya berangkat ke sana dan sampai di tempat tujuan berikut tiga teman wanita lainnya mengaku malah dipaksa melayani pria hidung belang,” kata LA (52) saat ditemui di rumahnya, Kamis (17/2/2022).

Sebelumnya, keluarga pun sempat menyarankan dan memikirkan matang-matang. Akan tetapi, karena terhimpit ekonomi, kemudian menyetujui ajakan pria tersebut dan berangkat lah ke tujuan.

“Ya, ekonomi utamanya pak. Karena impian anak saya dengan merantau, mungkin bisa merubah nasib. Namun, nyatanya malah jadi seperti ini. Kami memohon bantuannya untuk bisa mengembalikan anak kami,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi mulai menyelidiki dugaan perdagangan manusia atau trafficking ke Papua. Terkaan itu pasca 4 orang perempuan asal Sukabumi mengaku terjerat di lingkaran bisnis dunia malam beberapa waktu lalu.

Informasi yang didapat, ada empat korban yang terdiri dari dua remaja, satu orang dewasa dan satu anak berusia 15 tahun yang menginginkan pulang. Mereka, terjebak di Provinsi Papua, mengaku dipaksa melayani pria hidung belang.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terbaru