Demi Peningkatan Kesejahteraan Rakyat, Hergun: Gerindra Dukung Pemekaran Sukabumi Utara

Jumat, 4 Februari 2022 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sukabumi Utara merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Barat yang paling siap untuk dimekarkan. Dari segi proses, berkas usulan pemekaran sudah sampai di meja Kementerian Dalam Negeri. Selain itu, Kabupaten Sukabumi sebagai kabupaten induk pun juga sudah mengeluarkan Perda dukungan keuangan untuk calon kabupaten baru tersebut.

Perda yang dimaksud adalah Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2021 tentang Dana Cadangan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2024 dan Penyelenggaraan Pemerintah Calon Daerah Otonom Baru (CDOB) Kabupaten Sukabumi Utara Tahun 2028.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPR-RI dari Dapil Jawa Barat IV (Kota dan Kabupaten Sukabumi) Heri Gunawan menyatakan dukungannya atas rencana pemekaran Kabupaten Sukabumi Utara.

“Sebagai legislator dari Dapil Sukabumi, kami akan seoptimal mungkin memperjuangkan terwujudnya pemekaran Kabupaten Sukabumi Utara. Sebagai langkah pertama, kami dari Fraksi Partai Gerindra DPR-RI akan mendorong Pemerintah untuk membuka moratorium pemekaran daerah,” Kata Heri Gunawan yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR-RI pada Jumat (4/2/2022)

Politisi yang biasa disapa Hergun ini menambahkan, sudah saatnya pemerintah mulai membuka moratorium pemekaran daerah. Ada beberapa faktor yang mendukung untuk melakukannya.

Faktor pertama, Badan Legislasi DPR-RI saat ini sedang membahas RUU
Tentang Pengharmonisasian, Pembulatan, Pemantapan, Konsepsi atas RUU Tentang Propinsi Riau, Sumatera Barat, Jambi, Tenggara Barat, Sumatera Utara, Nusa Tenggara dan rencana menyusul, saat ini masih dalam tahap penyusunan di komisi II, terkait Propinsi Bali serta pemekaran 6 provinsi di Papua atas usulan Komisi II DPR-RI.

Penyusunan 6 RUU tersebut sebagai pelaksanaan amanat UU Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua, Pasal I Angka 22 Pasal 76.

“Kran pemekaran telah dibuka meskipun baru terbatas. Sehingga tidak menutup kemungkinan untuk memperluasnya lagi terhadap pemekaran untuk daerah lainnya,” katanya.

Anggota Badan Legislasi DPR-RI itu menegaskan, DPR akan mendorong Pemerintah untuk mempertimbangkan membuka kran pemekaran untuk daerah lainnya.

Lalu faktor kedua, kata Hergun, DPR-RI bersama dengan Pemerintah telah mengesahkan UU tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintahan Daerah (HKPD).

“Salah satu dasar pembentukan UU HKPD adalah untuk mengatasi belum berhasilnya proyek otonomi daerah dan desentralisasi fiskal. Hasil evaluasi Pemerintah dan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) terhadap 223 Daerah Otonom Baru (DOB) yang dibentuk sejak 1999 hingga 2014 menunjukkan bahwa sumber pendapatan sebagian DOB masih mengandalkan dukungan APBN,” lanjutnya.

“Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan DOB masih di bawah dana transfer pusat,” tegasnya.

Hergun menambahkan, untuk mengatasi hal tersebut UU HKPD disusun berdasarkan empat pilar yaitu (1) meminimumkan ketimpangan vertikal dan horizontal, (2) menguatkan sistem pajak daerah, (3) meningkatkan kualitas belanja daerah, dan (4) mengharmonisasikan belanja antara Pemerintah Pusat dan Daerah.

“Dengan diberlakukannya UU HKPD diharapkan daerah bisa mandiri, serta pemekaran yang saat ini masih dimoratorium bisa segera dibuka kembali,” tegasnya.

Kemudian faktor yang ketiga, lanjut Hergun, meskipun belum pulih dari dampak penyebaran Covid-19, namun perekonomian nasional sudah menunjukkan perbaikan. Pertumbuhan ekonomi yang terkontraksi pada 2020, sudah mulai pulih dan tumbuh positif pada 2021. Ke depan, diperkirakan ekonomi akan semakin tumbuh tinggi.

“Pada 2021, pendapatan negara dan belanja negara masing-masing terealisasi sebesar 114,9 persen dan 101,3 persen. Termasuk pajak yang selama 12 tahun selalu meleset dari target, pada 2021 juga melebihi target dan terealisasi sebesar 103,9 persen,” katanya.

“Pendapatan negara yang melebihi target juga berdampak berkurangnya defisit anggaran, yakni dari 5,7 persen sebagaimana yang ditetapkan dalam APBN 2021 turun menjadi 4,65 persen. Atau dari Rp1.006,4 triliun hanya menjadi Rp783,7 triliun,” tegasnya.

Anggota Komisi XI DPR-RI itu berharap pemulihan ekonomi terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang sehingga mampu memperkuat pemasukan negara serta memperkecil defisit.

“Selain itu, DPR-RI dan Pemerintah juga sudah mengesahkan UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) yang diharapkan pada 2022 ini mampu memberi penambahan pemasukan sebesar Rp150 triliun hingga Rp160 triliun,” lanjutnya.

“Dengan penguatan pemasukan negara, maka pemerintah akan memiliki dana yang mencukupi untuk melanjutkan pemekaran daerah,” tegasnya.

Dan terakhir faktor yang keempat, lanjut Hergun, pemekaran daerah memiliki beberapa manfaat, antara lain untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, mempercepat peningkatan kesejahteraan rakyat, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kedekatan teritorial akan mengurangi biaya transportasi yang harus dikeluarkan oleh masyarakat untuk mengakses pelayanan kantor pemerintahan,” katanya.

“Pemekaran juga mengurangi beban pelayanan di kabupaten induk karena akan terbagi dengan dengan kabupaten hasil pemekaran. Hal tersebut akan mendorong peningkatan kualitas dan kecepatan pelayanan baik di kabupten induk maupun kabupaten hasil pemekaran. Masyarakat tidak perlu antri lama lagi untuk mendapatkan pelayanan di kantor pemerintah,” lanjutnya.

Selain itu, kata Hergun, akan terjadi pemeratan pembangunan. Daerah terpencil yang selama ini jauh dari sentuhan pembangunan akan merasakan hasil pembangunan dengan lebih cepat.

Selain keempat faktor pendukung di atas, Ketua DPP Partai Gerindra itu juga menambahkan, terkait pemekaran Kabupaten Sukabumi Utara, bila moratorium telah dibuka, Sukabumi Utara perlu mendapatkan prioritas karena sudah siap hampir seratus persen.

“Jika pemekaran terwujud, maka dari 47 kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi, sebanyak 21 kecamatan akan ke Sukabumi Utara. Selain itu, ibu kota Sukabumi Utara, diperkirakan akan berada di Kecamatan Cibadak,” katanya.

“Sementara itu, kecamatan yang akan bergabung antara lain kecamatan Gegerbitung, Kebonpedes, Cireunghas, Sukalarang, Sukaraja, Sukabumi, Kadudampit, Cisaat, Gunungguruh, Cicatayan, Cibadak, Caringin, Nagrak, Ciambar, Parungkuda, Bojonggenteng, Kalapanunggal, Parakansalak, Cidahu, Cicurug, dan Kabandungan,” lanjutnya.

Hergun menambahkan, Sukabumi Utara memiliki banyak potensi sumber pendapatan antara lain berasal dari kawasan industri, pariwisata, dan pertanian.

“Keberadaan Tol Bocimi juga akan mempercepat pertumbuhan ekonomi, menarik investasi, dan meningkatkan kunjungan wisatawan. Hal tersebut akan mendorong PAD yang tinggi, mengurangi ketergantungan transfer dari pusat, serta akan menuju status sebagai daerah yang mandiri,” tandasnya.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Uang Rp34,9 Juta Raib di Parungkuda, Diduga Digasak Pelaku Modus Gembos Ban
Bawa Muatan 9 Ton, Truk Terguling di Tanjakan Baed Warungkiara
Perahu Nelayan Hampir Tenggelam di Perairan Palabuhanratu, Ikan Pepetek Berhamburan
Ekonomi Lemah Masuk Desil Tinggi, Potret Data Tak Lagi Sesuai Realitas di Sukabumi 
Dugaan Peras Poktan, Pria Ngaku KPK Jabar Terancam 9 Tahun Kurungan 
Dari Surade ke Panggung Asian Games 2026, Siti Dalfa Bawa Jaipong Sukabumi ke Jepang
POCARI SWEAT Run Bandung 2026: Birukan Bandung di Hari Jadi ke-216
Diduga Peras Kelompok Tani, Pria Ngaku KPK Jabar Ditangkap Polisi

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 18:22 WIB

Uang Rp34,9 Juta Raib di Parungkuda, Diduga Digasak Pelaku Modus Gembos Ban

Rabu, 23 September 2026 - 16:07 WIB

Perahu Nelayan Hampir Tenggelam di Perairan Palabuhanratu, Ikan Pepetek Berhamburan

Rabu, 23 September 2026 - 16:03 WIB

Ekonomi Lemah Masuk Desil Tinggi, Potret Data Tak Lagi Sesuai Realitas di Sukabumi 

Rabu, 23 September 2026 - 15:28 WIB

Dugaan Peras Poktan, Pria Ngaku KPK Jabar Terancam 9 Tahun Kurungan 

Senin, 21 September 2026 - 12:48 WIB

Dari Surade ke Panggung Asian Games 2026, Siti Dalfa Bawa Jaipong Sukabumi ke Jepang

Berita Terbaru

PERISTIWA

Satu Keluarga Terjun ke Jurang di Ciemas, Ayah Meninggal Dunia

Jumat, 25 Sep 2026 - 15:08 WIB

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam