JURNALSUKABUMI.COM – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Lina Ruslinawati, angkat bicara mengenai penataan pariwisata. Ia menilai, saat ini masih banyak sektor pariwisata di Jawa Barat tertinggal jauh dari perhatian pemerintah.
Politisi Gerindra ini mengkritik, misalnya dari mulai sarana hingga prasarana. Sehingga hal tersebut membuat pariwisata di Jawa Barat tidak berkembang dan menurunkan wisatawan lokal maupun domestik untuk datang.
“Jangan jauh-jauh, sarana dan prasarananya seperti MCK, tempat ibadah dan tidak bersahabat bagi kaum difabel. Memang tempat ibadah (Masjid) ada namun tempatnya kecil karena lokasinya kecil sehingga masyarakat kesulitan untuk beribadah,” kata lina belum lama ini.
Minimnya dukungan pemerintah terhadap pariwisata, lanjut Lina, menjadi catatan penting di Kementerian Pariwisata. “Sehingga ini mejadi bahan pembahasan saya di DPRD. Agar pemerintah melek dengan perkembangan wisata ini,” ujarnya.
Apalagi, lanjut lina, sektor pariwisata di Jawa Barat semakin meningkat bahkan 10% PAD di Jawa Barat dari sektor pariwisata. Namun pemerintah tidak konsentrasi kepada pariwisata ini. Padahal jelas sektor wisata ini sangat menguntungkan.
“Pemerintah daerah di Jawa Barat kurang memberikan perhatian terhadap sektor kepariwisataan. Padahal di Jawa Barat masih banyak pariwisata yang potensial untuk menumbuhnkan ekonomi,” jelas dia.
Memang tidak dipungkiri tambah Lina, Pemprov Jabar saat ini tengah gencar melakukaan penataan di setiap kota, seperti pembangunan alun-alun dan trotoar. Namun tidak konsen dengan tempat wisatanya.
“Banyak yang harus ditata, untuk itu saat ini saya sedang mendorong pemerintah agar bisa mengembangkan sektor pariwisata ini lebih nyaman dan tertata,” tandasnya.
Reporter: Rizky Miftah | Redaktur: Ujang Herlan












