Melongok Dapur Marga Hsiung, Kue Keranjang Legendaris asal Kota Sukabumi

Selasa, 25 Januari 2022 - 22:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kue keranjang atau yang lebih dikenal dengan sebutan dodol cina, jadi penganan khas tahun baru imlek. Penganan berbahan dasar tepung tersebut adalah salah satu makanan khas dari etnis Tionghoa.

Salah satu pengrajin dodol cina legendaris ada di Jalan Merbabu, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kabupaten Sukabumi. Adalah Shendy Gunawan, penerus usaha produksi dodol cina yang diwariskan kakek dan ayahnya secara turun temurun. Usaha dodol cina mereka sudah dimulai sejak 1950an.

“Adapun cara pembuatan Kue Keranjang ini dibuat dari bahan tepung dengan air gula, digiling dan setelah diaduk rata. Adonan tersebut dimasukkan kedalam cetakan keranjang bambu kemudian dikukus sekitar 22 jam hingga 24 jam,” ungkap Shendy Gunawan kepada Jurnalsukabumi.com Selasa (25/01/2022).

Shendy sudah mempersiapkan bahan-bahan pembuatan kue keranjang sejak tiga bulan sebelum perayaan Imlek. Tahun ini, Ia memproduksi 8 ton dodol cina. Sedikit turun dibanding tahun lalu.

“Harga kue keranjang bermerk Marga Hsiung Sukabumi ini dipatok dengan harga Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu per kilonya.  Kue keranjang bisa bertahan dalam suhu kamar, selama dua sampai tiga bulan lamanya serta kalau disimpan dalam lemari es bisa bertahan sampai 2-3 tahun lamanya,” jelasnya.

Masih kata dia, kue keranjang yang dibuatnya selain dipasarkan di Sukabumi juga dikirim ke daerah Bogor, Jakarta, Bandung, Tasikmalaya dan ada pasar-pasar baru lainnya yang saat ini sedang dirambah.

Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terbaru