JURNALSUKABUMI.COM – Kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) berdarah di Kota Sukabumi meningkat. Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi tercatat sebanyak 39 warga terjangkit.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kota Sukabumi, Wahyu Handrian, mengatakan saking meningkatnya. saat ini beberapa rumah sakit di Kota Sukabumi hampir penuh sekitar 80% diisi oleh pasien DBD.
“Ya, kasus DBD di Kota Sukabumi pada awal tahun ini meningkat. Bahkan di beberapa rumah sakit di Kota Sukabumi hampir penuh,” kata Wahyu.
Lanjut dia, penyakit yang berasal dari gigitan nyamuk aedes aegypti dan Aedes albopictus ini meningkat akibat faktor cuaca.
“Faktornya adalah cuaca sehingga kita himbau masyarakat agar mengantisipasi dengan cara pola hidup bersih dan pemberantasan sarang nyamuk,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Sukabumi, Lulis Delawati, menambahkan jumlah kenaikan kasus DBD pada awal tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya dengan periode yang sama.
“Untuk awal tahun lalu hanya tercatat 23 orang dan sekarang tercatat 39. Data ini jelas meningkat jika dibandingkan tahun lalu,” kata dia.
Kendati demikian, sambung Lulis, beruntung dalam kasus tersebut belum ditemukan pasien meninggal dunia akibat penyakit DBD ini.
“Sejauh ini belum ada laporan meninggal dunia, mudah-mudahan tidak terjadi. Dan ini perlu peran serta masyarakat dalam membasmi DBD ini,” jelasnya.
Dengan adanya peningkatan kasus itu, Pemerintah Kota Sukabumi pun tidak tinggal diam, Pemkot mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi lonjakan kasus DBD ini.
Misalnya Wali Kota Sukabumi mengeluarakan Surat Edaran (SE) pencegahan kepada masyarakat. Seperti upaya pencegahan dan pengendalian DBD dengan memperkuat pelaksanaan gerakan 1 rumah 1 jumantik (G1R1J).
Dengan mengoptimalkan segenap anggota keluarga menjadi juru pemantau jentik (jumantik) di rumah masing-masing.
Selain itu melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan kegiatan menguras, menutup, mendaur ulang (3M) plus yaitu menghindari gigitan nyamuk di lingkungan rumah, perkantoran, tempat kerja, sekolah dan tempat-tempat umum.
Upaya lainnya dengan mengaktifkan kelompok operasional penanggulangan DBD (Pokjanal) di berbagai tingkatan RT, RW, Kelurahan, kecamatan hingalga tingkat kota. Berikutnya membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di seluruh lapisan masyarakat.
Reporter: Rizky Miftah | Redaktur: Mohammad Noor












