JURNALSUKABUMI.COM – Warga Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi mengharapkan perbaikan irigasi yang jebol Desember 2021 lalu. Perbaikan diperlukan karena ratusan hektare sawah milik warga terancam gagal panen akibat irigasi jebol.
Tokoh masyarakat Desa Bojonggaling, Fery Hidayat Tullah, mengatakan jebolnya saluran irigasi itu terjadi secara bertahap tahun 2021 lalu. Selain 125 hektare sawah, ada pula 99 hektare perkebunan yang kekeringan.
“Puncaknya terjadi Desember 2021 lalu, sehingga aktifitas pertanian menjadi lumpuh dan gagal panen,” ujar Fery kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (18/1/22).
Fery menambahkan, Kedusunan Bihbul menjadi wilayah yang terdampak irigasi jebol. Kedusunan itu terdiri dari Kampung Bihbul, Kampung Cikiray, Kampung Sampalan, Kampung Parungtunggul, Kampung Cibitung, dan Kampung Keboncau, Desa Bojonggenteng.
“Sekarang ini para petani sudah tidak bisa lagi menanam padi dan gagal panen akibat lahan sawahnya kering, begitu juga perkebunan yang didominasi buah sawo, sayuran, peternakan serta saluran pembuangan dari masyarakat ke solokan tersendat, sehingga banyak nyamuk. Apalagi di sini sanitasi kurang, contoh pembuatan spiteng, sehingga membuangnya ke selokan,” ujarnya
Fery mengaku sudah beberapa bulan ini belum mendapatkan solusi. Ia berharap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi segera bertindak.
“Minimal, warga bisa kembali bercocok tanam atau bertani untuk menutupi kebutuhan sehari-hari,” tandasnya
Reporter: Ruslan AG | Redaktur: Mohammad Noor












