JURNALSUKABUMI.COM – Jajaran Dinas Kebakaran Pos 6 Sagaranten, mengimbau kepada warga untuk mengantisipasi dini, penyebab kebakaran yang terjadi di wilayah sekitarnya. Apalagi bagi warga yang tempat tinggalnya terletak di lokasi yang sulit terjangkau kendaraan taktis milik damkar seperti di tengah-tengah sawah dan pemukiman padat penduduk.
“Kami tekankan kepada warga yang rumahnya jauh dari akses jalan raya untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi bencana kebakaran. Jangan lupa mematikan api setelah memasak dan mengecek instalasi listrik jangan sampai terjadi korsleting listrik,” kata Danton Pos 6, Supyadin, kepada jurnalsukabimi.com, Minggu (19/12/21).
Hal tersebut, diungkapkannya saat terjadinya kebakaran rumah panggung, milik Awaludin warga Kampung Pasir Gede RT 01/06 Desa Mekar Tanjung, Kecamatan Curugkembar Kabupaten Sukabumi, Hangus Terbakar. Peristiwa terjadi hari ini, saat pemilik rumah tengah mengikuti pengajian mingguan.
Danton Pos 6 Segaranten Supyadin, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 11.10 WIB. Informasi yang diterimanya berasal dari Petugas Penanggulangan Bencana (P2BK) Kecamatan Curugkembar. Pihaknya telah mengerahkan satu unit mobil taktis damkar untuk membantu pemadaman, tapi tak berhasil mendekati lokasi karena lokasinya terletak di tengah sawah.
“Kami berupaya keras mendekat ke tempat kejadian kebakaran (TKK). Namun untuk mencapai lokasi harus melewati pematang sawah yang jaraknya kurang mencapai 500 meter dari pinggir jalan,” kata Supyadin.
Lanjut dia, lidah api semakin berkobar dan warga setempat bersama petugas damkar dan P2BK Curugkembar berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun api begitu cepat membakar bangunan rumah yang terbuat dari kayu. Sehingga dalam sekejap,.rumah tersebut habis terbakar dan rata dengan tanah.
“Pemilik rumah mengalami kerugian sebesar Rp80 juta. Ikut terbakar bersama puing-puing bangunan yang luluh lantak dilalap api, uang tunai Rp5 juta dan gabah kering seberat 300 kilogram,” ujarnya. Kebakaran diduga disebabkan korsleting listrik.
Akibat musibah itu, Awaludin dan keluarganya harus kehilangan tempat tinggal satu-satunya. Mulai malam hari ini, dia terpaksa harus tinggal di tempat saudara atau tetangga terdekat. Dia berharap, adanya uluran tangan dari pihak pemerintah dalam hal ini BPBD Sukabumi dan pihak terkait lainnya.
Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Usep Mulyana












