Sakit Belasan Tahun, Pria di Ciemas Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

Selasa, 30 November 2021 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pria paruh baya berinisial JA (58) ditemukan tewas tergantung di pohon Asem setinggi 5 meter di Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Selasa (30/11/2021).

Awalnya korban yang merupakan pria itu pertama kali diketahui warga sekitar yang hendak ke sawah, pada saat itu dirinya melihat adanya orang yang tergantung di sebuah pohon asem menggunakan seikat tambang yang diikatkan ke leher.

“Pada saat mengecek ke lokasi, benar adanya pria dengan pakaian coklat celana pendek sudah terikat di pohon,” kata Kapolsek Ciemas, Iptu Azhar kepada jurnalsukabumi.com.

Setelah melihat kejadian tersebut, kata Azhar, saksi berteriak untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada pihak keluarga yang tak jauh dari lokasi ditemukan.

“Korban gantung diri itu diketahui warga sekira pukul 06.30 WIB, kemudian langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak Desa Girimukti, dan Polsek Ciemas,” ungkapnya.

Sebelumny,  kata Azhar, korban mengindap penyakit sesak nafas selama kurang lebih 17 tahun. Kondisi seperti diduga jadi penyebab yang membuat korban mengakhiri hidupnya.

“Berdasarkan keterangan pihak keluarga, bahwa korban gantung diri sebelumnya mengidap penyakit Sesak nafas selama 17 Tahun, dan sekitar 1,5 tahun terakhir sebelum terjadi gantung diri korban mengalami penyakit struk,” terangnya.

Kapolsek menjelaskan, berdasarkan dari hasil visum luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik di tubuh korban sehingga diduga korban tewas karena gantung diri. Di TKP juga polisi tidak menemukan benda mencurigakan yang mengarahkan pada perbuatan pembunuhan.

“Setelah Korban diturunkan dari pohon kemudian korban dibawa kerumah saudaranya yang selanjutnya dilakukan pemeriksaan oleh Tim Medis  yang dipimpin oleh Dr. Anda dari PKM Ciemas, dan hasil pemeriksaan korban dinyatakan meninggal akibat tambang yang mengikat dileher,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Berita Terbaru