Tekan Stunting, Dinkes Kab Sukabumi Upgrade Tim Asuhan Puskesmas

Kamis, 25 November 2021 - 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) orientasi tatalaksana gizi buruk bagi tim asuhan Puskesmas di Hotel Pangrango Salabintana, belum lama ini.

Pelaksanaan kegiatan tersebut langsung diinisiasi Seksi Kesehatan Keluarga (Kesga) Gizi dan Pemeriksaan Kesehatan Komunitas (Perkeskom) dalam mengupayakan penanganan masalah gizi yang ada di Kabupaten Sukabumi.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi mengatakan, sebagaimana yang telah diketahui bahwa masalah gizi di antaranya ada stunting, gizi buruk dan masalah-masalah gizi yang lainnya.

“Semua itu adalah tugas besar bersama. Kita juga mengundang tim tatalaksana gizi dari setiap Puskesmas yang terdiri dari dokter, petugas gizi, perawat dan bidan guna mengupgrade keilmuan mereka dalam tata kelola gizi buruk khususnya,” ujarnya, Kamis (25/11/2021).

Dijelaskan Masykur, tercatat angka stunting gizi buruk sebanyak 0,27 persen dan gizi wasting 3,4 persen mengalami penurunan pada tahun ini. Jika dibandingkan dengan data tahun kemarin angka stunting gizi buruk berjumlah 0,4 persen.

“Ini adalah masalah-masalah yang memang harus diselesaikan dan menuntaskan secara komprehensif dengan mengupayakannya salah satunya mengintervensi SDM,” jelasnya.

Lanjut Masykur, dalam Bimtek kemarin sengaja mengundang nara sumber yang kompeten di bidangnya. Salah satunya, dokter spesialis anak yang akan secara langsung memberikan materi ilmunya khusunya kepada tatalaksana gizi buruk.

“Sangat luarbiasa dalam kegiatan ini untuk mengupdate keilmuan menjadi terupdate tatalaksana gizi mengatasi gizi buruk ini,” ucapnya.

Sementara untuk aksi konvergensi ini tentunya akan memulai dari analisa data situasi terus dilakukan manajemen data E-Ppgm yang benar dan up to date.

“Ya, sehingga sasarannya nanti bisa tepat sesuai dengan basis data yang ada. Serta melakukan kolaborasi kepada semua pihak untuk mencegah serta menanggulangi stunting di Kabupaten Sukabumi,” tandasnya.

Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

BPBD Sukabumi Siapkan Mahasiswa IPB Jadi Perpanjangan Tangan Edukasi Kebencanaan di Sekolah
RSUD Sekarwangi Kini Punya Cath Lab, Pasien Serangan Jantung Tak Lagi Harus Dirujuk ke Luar Sukabumi
Grundfos Foundation Bersama Wafaa Indonesia Resmikan Fasilitas Air Bersih dan Air Minum di Sukabumi
Enam PNS Pemkab Sukabumi Kena Sanksi Berat, Lima Dipecat dan Satu Demosi
Rakor Evaluasi MTA, Ade Suryaman: Pembinaan Mental dan Spiritual ASN Harus Menjadi Prioritas
Dinas Perikanan Ungkap Rumpon Jadi Persoalan Baru Nelayan Sukabumi, Perizinan Dinilai Terlalu Rumit
Dua Institusi Bersinergi, Kapolres Sukabumi Kota Sambangi Makodim 0607
Siapa Sangka! Bangunan yang Tampak Kumuh Ini Ternyata Dapur MBG, Warga Mengaku Terkejut

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:42 WIB

BPBD Sukabumi Siapkan Mahasiswa IPB Jadi Perpanjangan Tangan Edukasi Kebencanaan di Sekolah

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:15 WIB

RSUD Sekarwangi Kini Punya Cath Lab, Pasien Serangan Jantung Tak Lagi Harus Dirujuk ke Luar Sukabumi

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:38 WIB

Enam PNS Pemkab Sukabumi Kena Sanksi Berat, Lima Dipecat dan Satu Demosi

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:05 WIB

Rakor Evaluasi MTA, Ade Suryaman: Pembinaan Mental dan Spiritual ASN Harus Menjadi Prioritas

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:46 WIB

Dinas Perikanan Ungkap Rumpon Jadi Persoalan Baru Nelayan Sukabumi, Perizinan Dinilai Terlalu Rumit

Berita Terbaru