JURNALSUKABUMI.COM – Setelah beberapa saat berada di level 2, terhitung mulai hari ini Kabupaten Sukabumi kembali naik ke level 3. Hal ini berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 2021. Di lihat dari testing, tracing dan treatment baik laju positifity rate maupun dari laju kesembuhan, keterisian tempat tidur, maupun laju yang dirawat di rumah sakit beserta yang isolasi mandiri, termasuk didalamnya dari pada kontak eratnya, pekan lalu Kabupaten Sukabumi masuk berada di level 1.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Harun Alrasyid, mengklarifikasi terhadap turunnya Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 2021. Dimana menempatkan Kabupaten Sukabumi di posisi level 3.
“Berdasarkan Imendagri Nomor 47 Tahun 2021, Kabupaten Sukabumi, merupakan satu dari 23 kabupaten dan kota yang turun ke level 3. Yang masih betahan di level 2 yaitu Kota Cirebon, Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran,” kata Harun kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (5/10/21).
Ada dua indikator kata Harun yang harus dicapai untuk menaikan kembali ke level 2. Salahsatunya adalah pencapaian vaksinasi. Pencapaian vansinasi untuk tetap bertahan di level 2 yaitu harus bisa mencapai 50 % dari seluruh sasaran total vaksinasi yang ada di Kabupaten Sukabumi. Disusul kemudian 40 % sasaran lansia.
Jumlah saaaran total yang ada untuk dosis 1 jelasnya berjumlah 2.136.590. Untuk mencapai 50 % lanjut dia, tentunya harus mampu melakukan vaksinasi sebanyak 1.068.295. Sampai saat ini, Pemkab. Sukabumi hanya mampu melakukan vaksinasi sebanyak 27,66 persen dari jumlah total kebutuhan vaksinasi yang ada.
Sedangkan untuk vaksinasi lansia,.pemerintah baru melakukan penyuntikan vaksin terhadap 23,44 % dari jumlah total lansia sebanyak 194.854, terhitung sejak 2 Oktober 2021. Jumlah tersebut berdasarkan laporan dari dari Komisi Penanggulangan Covid – 19 dan Pemilihan Ekonomi Nasional.
“Penurunan level ini, akan menjaddi motivasi bagi kita untuk membentuk masyarakat Kabupaten Sukabumi mencapai herd imunity. Untuk mencapai level. 2 atau 40 % dari angka vaksinasi lansia, kita masih kekurangan 16,43 persen. Kemudian untuk mengejar angka 50 persen dari vaksinasi total masih kekurangan 23,34 persen,” pungkasnya.
Redaktur: Usep Mulyana | Redaktur: Mohammad Noor












