JURNALSUKABUMI.COM – Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), bertekad akan selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan profesional, akuntabel, sinergi, transparan dan inovatif (PASTI).
Penegasan ini disampaikan Menkumham, Yasona H. Laoly, dalam memperingati Hari Dharma Karyadhika (HDKD) Tahun 2021. HDKD kali ini merupakan momentum terbaik untuk menunjukkan eksistensi Kemenkumham khususnya dalam pelayanan publik.
“Tunjukkan eksistensi Kemenkumham di bidang pelayanan publik. Sehingga dapat meningkatkan citra positif Kemenkumham di masyarakat yang semakin PASTI (profesional, akuntabel, sinergi, transparan, dan inovatif),” kata Yasonna, Jumat (01/10/2021).
Untuk mewujudkan harapan tersebut kata Yasonna, dia menekankan lima hal kepada jajaran Kemenkumham pada acara pembukaan HDKD 2021. Pertama, jajaran Kemenkumham senantiasa melakukan pembenahan secara komprehensif untuk menghadapi tantangan zaman dan tuntutan masyarakat yang semakin kompleks. Tema HDKD Tahun 2021 adalah ” Semakin PASTI”.
“Pembenahan tersebut termasuk dalam kebijakan perencanaan, pengorganisasian, penganggaran, pengawasan melekat, serta monitoring dan evaluasi dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya.
Lanjut dia, dirinya meminta kepada segenap pegawai Kemenkumham untuk membuat keputusan yang tepat dan akurat. Keputusan yang diambil harus merujuk pada peraturan perundang-undangan, dengan menjunjung tinggi norma sebagai Aparatus Sipil Negara, serta mempertimbangkan norma /martabat masyarakat.
Sehubungan dengan pelayanan publik, jajaran Kemenkumham diharuskan melayani masyarakat secara baik dan ramah sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, Yasonna mengajak insan pengayoman agar aktif melibatkan diri dalam penanganan Covid-19.
“Turut mengedukasi masyarakat untuk selalu disiplin melaksanakan protokol kesehatan, mendukung program vaksinasi, serta aktif berkoordinasi dengan jajaran TNI, Polri, Satgas COVID-19, Kementerian/Lembaga, dan Pemerintah Daerah,” tutur Yasonna.
Pandemi Covid-19 kata Menteri Yasonna masih melanda Indonesia di tengah upaya jajaran Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) memberikan bakti kepada masyarakat. Bagi Kemenkumham, mengandalkan ikhtiar semata, belumlah lengkap tanpa doa. Kondisi ini menggerakkan Kemenkumham untuk menaikkan doa bersama bagi Indonesia.
Kegiatan Doa Kumham untuk Negeri dipimpin oleh para pemuka dari perwakilan lima agama yaitu Prof. Nasarudin Umur (Islam), Pdt. Bernard Manik (Kristen), Romo Paulus Andri Astanto (Katolik), Ida Pinandita KHRT Astono Candra Dana (Hindu), dan Suhu Pushan (Budha). Sementara itu, segenap jajaran Kemenkumham di seluruh Indonesia mengikuti dan panjatkan doa secara serentak melalui live streaming.
Redaktur: Usep Mulyana | Redaktur: Mohammad Noor






