JURNALSUKABUMI.COM – Yoana (18) warga Kampung Cimalati, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, terpaksa harus merelakan kehilangan buah hatinya yang masih dalam kandungan lantaran diduga setelah mengonsumsi obat dari salah satu bidan praktek di wilayah tersebut.
Pasalnya, tidak lama setelah minum obat, Yoana mengalami mual, muntah, juga sempat hilang penglihatan hingga bayi lima bulan dalam kandungannya pun tak terselamatkan. Hal tersebut dikatakan, Tita Rosita, yang tidak lain adalah mertua dari Yoana.
“Menantu saya sebelumnya gak kenapa-kenapa, tapi setelah minum obat dari bidan praktek itu langsung ngeluh pusing sama muntah-muntah,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com, Senin (27/9/2021).
Kekhwatir akan hal yang berdampak buruk, Yonan pun kembali dibawa dan melaporkan keluhan tersebut kepada pihak bidan tersebut. Namun, dikarenakan respon yang kurang, terpaksa memilih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi Cibadak.
“Sewaktu sampai di tempat prakteknya, saya malah dibentak-bentak dan disuruh diam sama petugas disitu sambil menunjukan jari ke wajah saya. Anak saya kan kondisinya gak bisa ngejawab maka dari itu jadi saya yang menjelaskan keluhannya, eh malah seperti itu responnya,” kesal Tita.
Sementara itu Herawati, pemilik sekaligus bidan praktek tersebut membantah jika dirinya telah berlaku arogan dan tidak melakukan penanganan pada saat pasien tiba bersama mertuanya.
“Kita sudah melakukan penanganan sesuai prosedur kok. Bahkan setelah pasien dan mertuanya pulang, saya standby, khawatir kondisi pasien semakin memburuk,” bantahnya.
Herawati juga menuturkan jika dirinya tidak memberikan obat yang kadaluarsa melainkan vitamin dan kondisi buruk pasien bukan karena obat yang ia berikan.
“Saya pastikan bukan karena obat, obat yang saya kasih itu sudah dia konsumsi dari bulan lalu. Jadi harusnya kalau memang itu karena obat, bulan lalu sudah seperti ini dong kejadiannya, kenapa sekarang baru ada keluhan,” terangnya.
Di tempat berbeda, Hendrawan Dokter RSUD Sekarwangi yang kini tengah menangani pasien tersebut menjelaskan, jika kemungkinan pasien memiliki riwayat penyakit keturunan.
“Secara umum, pasien yang mengalami kejang-kejang kemungkinan memiliki riwayat penyakit turunan darah tinggi,” singkatnya.
Reporter: Ardi Yakub | Redaktur: Ujang Herlan












