JURNALSUKABUMI.COM – Gerakan Menghijaukan Masjid dan Mushola (GM3), mendorong perekonomian masyarakat yang berbasis masjid dan mushola. Karena GM3 sendiri merupakan gerakan pemberdayaan ekonomi umat yang memiliki pangsa pasar sendiri. Salah satu bentuk usaha yang dikembangkan yakni pemasaran bibit – bibit tanaman yang diangkut dengan kendaraan yang telah didesain khusus.
” Apapun jenis tanaman yang dibudidayakan oleh masyarakat, semuanya sesuai dengan permintaan pasar. Karena masing – masing DKM memiliki jalur pemasaran sendiri – sendiri,” kata Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi, Unang Sudarma, kepada jurnalsukabumi com, Selasa (21/9/21).
Masyarakat yang menjadi sasaran program kata Unang, harus dibina lebih dahulu agar memahami tentang teknis pengelolaan, alur – alur kegiatan dan hak serta kewajibannya. Dalam konteks pemberdayaan, jika kegiatan berjalan baik, maka akan mendapatkan berbagai keuntungan. Bagi masjid percontohan, Baznas membagikan 1000 bibit tanaman yang dikemas dalam polibag.
Ditemui ditempat yang sama, Sekertaris Umum MUI Kabupaten Sukabumi, KH. Ujang Handun mengatakan, dalam istilah agama GM3 disebut hifdulmaal atau menjaga harta. Dari kaca mata MUI, apa yang dilakukan oleh Baznas dan Kepala Desa adalah sebagai bagian untuk membangun struktur ekonomi umat Islam yang kuat.
” Mukmin yang kuat lebih baik dari mukmin yang lemah. Kuat di sana artinya kuat ekonominya, kuat aqidahnya dan kuat keimannnya. Tidak hanya itu, GM3 di Desa Pasirhalang menjadi pilot projek dan manajemen industri dari hulu ke hilir yang harus dikelola dengan baik.
Pendapat senada juga dikatakan Camat Erry Erstanto saat menghadiri acara Bimtek Budi Daya Pertanian Gerakan Menghijaukan Masjid dan Mushola di Desa Pasirhalang. Menurutnya, potensi masjid itu sangat besar untuk mengembangkan ekonomi. Di Desa Pasirhalang kata Erry, jumlah masjid dan mushola ada sekitar 100 buah.
Kalau kegiatan ini terus didorong dan dikembangkan secara masif maka akan mendatangkan banyak manfaat bagi masyarakat.
Di sisi lain, bagi masyarakat yang memiliki lahan maka bisa ikut bergabung dalam usaha ini dengan menginduk pada masjid yang ada,” pungkasnya.
Reporter: Usep Mulyana | Redaktur: Mohammad Noor






