Oknum Kades Diduga Lakukan Intimidasi, Puluhan Petugas P2BK Geruduk Kantor Kecamatan Nagrak

Senin, 20 September 2021 - 13:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM– Puluhan petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) BPBD Kabupaten Sukabumi menggeruduk Kantor Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Senin (20/9/2021). Seorang oknum kepala desa di Nagrak diduga melakukan intimidasi terhadap salah seorang P2BK.

Adalah Miky, P2BK Kecamatan Nagrak yang mengaku diintimidasi oleh salah seorang kades. Ia mengaku dipaksa menandatangani selembar kertas Berita Acara (BA) terkait bencana di wilayah Kecamatan Nagrak.

“Hari ini temen-temen datang ke Kecamatan Nagrak sebagai bentuk solidaritas aja. Mereka mendengar kalau saya diintimidasi,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com

Miky mengaku dipaksa untuk menandatangani berita acara bantuan pasca kebencanaan. Namun Miky merasa ada yang janggal dengan berita acara tersebut.

Bencana yang dilaporkan terjadi satu tahun lalu. Miky pun enggan menandatangani berita acara. “Bencananya terjadi setahun lebih, April 2020. Maka dari itu saya tidak mau menandatangani,” kata Miky.

Usai menolak, Miky dipanggil ke kantor si oknum kades. Di situ dia diajak mengobrol satu ruangan dengan si kades.

“Awalnya baik-baik saja tapi lama-lama bahasa dari kades tersebut menjadi kasar terhadap saya,” jelasnya.

Sementara itu Camat Nagrak, Heri Soekarno, mengaku belum mengetahui secara detail masalah yang dialami P2BK. Ia menduga kejadian tersebut adalah kesalahpahaman semata.

“Saya belum tahu jelas inti permasalahannya tapi saya kira itu cuma kesalah pahaman saja. Saya juga sudah koordinasikan dengan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sukabumi, ya semoga saja persoalan ini cepat selesai,” tandasnya.

Reporter : Ardi/Irfan | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap
Mengaku Bernama Yayan Asal Citepus, Kakek Ini Masih Dirawat di Griya Lansia Nagrak
Mogok di Tol Bocimi, Vidio Keluhan Penumpang Bus MGI Palabuhanratu-Bogor Tuai Respons Warganet
Geger Penemuan Kerangka Manusia di Hutan Jati Sagaranten, Polisi Selidiki Identitas Korban
Arus Balik Libur, Jalur Sukabumi–Bogor Macet Parah
Kemarau Panjang, Petani Sayur di Bojonggenteng Terpaksa Pikul Air Ratusan Meter
Niat Mancing, Pria Ini Dibuat Heboh Temukan Mayat Mengambang di Sungai Munjul Ciambar
Fakta! Laut Sukabumi Lebih Dekat ke Pulau Christmas Australia Ketimbang Banyuwangi 

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:23 WIB

Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:17 WIB

Mengaku Bernama Yayan Asal Citepus, Kakek Ini Masih Dirawat di Griya Lansia Nagrak

Senin, 13 Juli 2026 - 16:09 WIB

Mogok di Tol Bocimi, Vidio Keluhan Penumpang Bus MGI Palabuhanratu-Bogor Tuai Respons Warganet

Senin, 13 Juli 2026 - 13:18 WIB

Geger Penemuan Kerangka Manusia di Hutan Jati Sagaranten, Polisi Selidiki Identitas Korban

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:23 WIB

Arus Balik Libur, Jalur Sukabumi–Bogor Macet Parah

Berita Terbaru