JURNALSUKABUMI.COM – Dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ditambah Pemerintah Kota (Pemkot) masih menutup lahan parkir menyebabkan sejumlah juru parkir (Jukir) di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Cikole, harus rela kehilangan mata pencaharian hingga pendapatan sementara waktu.
Seperti diutarakan juru parkir, Harun Rusyana (58). Ia mengatakan kurang lebih selama dua bulan lokasi parkiran disepanjang A Yani ditutup sementara waktu sehingga berdampak terhadap pendapatan parkir.
“Hampir selama dua bulan lebih sejak lahan parkir ini ditutup tidak ada pemasukan. Sehingga kami kebingungan bagaimana cara menafkahi keluarga karena ini satu-satunya usaha untuk menafkahi keluarga kami,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (1/9/2021).
Agar bisa tetap makan, lanjut pria yang sudah 30 tahun menjadi Jukir ini, para jukir saat ini memanfaatkan lahan sempit yang hanya bisa menampung kendaraan roda dua lima sampai tujuh kendaraan.
“Mau bagaimana lagi, sampai saat ini pemerintah masih belum membuka lahan parkir. Karena kami tidak memiliki usaha lain, sehingga memaksakan parkir di lahan sempit hanya sekedar untuk makan sehari-hari,” sebutnya.
Ditanya soal rencana pembangunan pedestrian Jalan A Yani, Iwan mengaku, masih kebingungan karena tidak memiliki pekerjaan lain sehingga sulit untuk alih profesi.
Untuk itu Pihaknya berharap, Pemkot Sukabumi dapat memberikan solusi untuk membantu nasib para Jukir selama penutupan lahan parkir karena jumlah Jukir di Jalan A Yani cukup banyak.
“Kami harap, pemerintah bisa memberikan kebijakan kepada para Jukir agar bisa tetap bekerja dan ada penghasilan. Misalnya melibatkan kami untuk bekerja saat pembangunan pedestrian berlangsung,” harapnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala UPT Parkir Dishub Kota Sukabumi, Rudi Hartono menjelaskan, saat ini jumlah Jukir di sepanjang Jalan A Yani Kota Sukabumi terdapat sebanyak 48 orang.
“Memang sudah beberapa bulan terakhir ini parkiran di lokasi Jalan A Yani ditutup sementara waktu. Terlebih saat ini ada rencana untuk pembangunan pedestrian tentunya penutupan akan terus diperpanjang,” jelasnya.
Kendati demikian, sambung Rudi, untuk membantu meringankan beban Jukir yang terdampak PPKM Dishub sudah dua kali mendistribusikan bantuan paket sembako.
“Selain itu, kami akan berupaya memperjuangkan nasib para Jukir salah satunya dengan mengajukan untuk pelibatan para Jukir ini dalam pembangunan pedestrian mendatang,” tandasnya.
Reporter: Rizky Miftah | Redaktur: Mohammad Noor












