Pengen Sepeda, Bocah Asal Cibadak Sukabumi Ini Rela Jadi Tukang Cilor

Senin, 5 Juli 2021 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Khorul Anwar. Seorang bocah 10 tahun warga Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi rela jadi tukang aci telor (cilor) keliling demi mewujudkan keinginannya. Pekerjaan tersebut Ia lakukan agar bisa menabung untuk membeli sepeda.

Setiap harinya, tubuh kecil Khorul Anwar membawa tanggungan cilor yang dibuat oleh sang ayah. Ia biasa berkeliling ke kampung tetangga, cukup jauh dari rumahnya di Kampung Bungbulang RT 001 RW 005, Desa Ciheulang Tonggoh.

“Dia pengen sendiri, enggak ada yang nyuruh. Katanya pengen bisa nabung buat beli sepeda,” ujar Ai Siti Rahmah (37), ibunda Khorul ditemui jurnalsukabumi.com di rumahnya, Senin (5/7/2021).

Khorul adalah anak kedua dari pernikahan Ai Siti Rahmah dan suaminya Abdurohman. Ia lahir di tengah keluarga yang sangat sederhana.

Kesehariannya, ayah Khorul berjualan cilok keliling. Penghasilannya belum cukup untuk menabung dan membelikan Khorul sepeda.

“Khorul bilang, kalau belum bisa beli bikinin tanggungan aja. Biar khorul bisa jualan dan nabung,” tutur Ai.

Semangat Khorul bukan isapan jempol belaka. Setelah tanggungan tersedia dengan sejumlah peralatannya, Khorul tak pernah absen untuk jualan setiap hari.

Hingga saat ini, Khorul sudah berjualan cilor sekitar 10 bulan. Meski begitu, uangnya tabungannya belum juga cukup untuk membeli sepeda.

“Soalnya kan kadang kepake buat beli popok kakaknya. Kakaknya sakit, enggak bisa jalan dari umur dua tahun sampai sekarang udah 15 tahun. Kadang kepake sama bapaknya buat berobat kalau bapaknya sakit,” tutur Ai.

Khorul Anwar, bocah 10 tahun asal Cibadak, Sukabumi rela jadi tukang cilor. (Foto: Ifan)

Dalam sekali jualan, Khorul paling banyak bisa mengumpulkan omset Rp 80 ribu. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 50 ribu diantaranya harus dibelanjakan untuk bahan-bahan jualan cilor.

“Paling gede dapet Rp 80 ribu lah. Kadang Rp 50 ribu, atau Rp 40 ribu. Sering juga nombok,” tutur Ai.

Ai menambahkan, selain keliling kampung, Khorul tak malu untuk mangkal di sekolah. Jika sampai sore dagangannya tak habis, Khorul menjualnya sambil ikut pengajian.

“Dia pengen banget sepeda. Tapi sampai sekarang tabungannya belum cukup,” tambahnya.

Di tengah keterbatasannya, Ai berharap anaknya tidak patah semangat. Ia berharap anak-anaknya selalu diberkahi rezeki yang cukup untuk sekolah, dan untuk memenuhi kebutuhan serta keinginannya.

Khorul tampak ceria meski harus berjualan. Meski sering bertemu teman-teman seusianya, Khorul terlihat tak malu berjualan.

“Saya berjualan dengan keinginan sendiri dan hasil jualan, saya sisihkan untuk modal, jajan sekolah dan beli sepedah,” kata Khorul.

“Mudah-mudahan aja bisa kebeli sepeda,” pungkasnya.

Reporter: Ifan | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terbaru