Bus di Terminal Palabuhan Ratu Sempat Ditutup, Pemerintah Tidak Ada Solusi?

Kamis, 20 Mei 2021 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Angkutan umum bus kini sudah mulai kembali beroperasi. Banyak bus yang masuk terminal tipe B Palabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, namun penumpang yang ada terbilang sedikit dan cenderung sepi.

Semenjak diberlakukannya penutupan terminal tipe B itu seluruh armada dari mulai Bus MGI hingga DAMRI sebagian kendaraan enggan beroperasi akibat sepinya penumpang yang hendak ke Kabupaten Bogor maupun Sukabumi.

Hal itu dirasakan pengawas MGI Palabuhan Ratu, Iskandar, dirinya mengeluhkan akibat penutupan tersebut tidak sedikit sopir dan kondektur diliburkan akibat kebijakan yang di keluarkan pemerintah. Namun, kebijakan itu tidak disertakan solusi khusunya bagi pengusaha jasa angkutan umum.

“Per tanggal 6 Mei kemarin tidak bisa beroperasi lagi, tanggal 18 Mei sekarang sudah diperbolehkan, seharusnya tanggal itu tuh momen-momen ajang mencari nafkah kita semua,” ujar Iskandar kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (20/05/2021).

Menurut dia, seluruh jasa angkutan umum merasa dirugikan. Sebab, selama dirinya tidak beroperasi tak ada bantuan yang dirasakan dari pemerintah, seluruh sopir hanya menggantungkan terhadap jasa tersebut dan tak ada lagi mata pencaharian lain.

“Pemerintah tolong lihat nasib kami, saya minta solusinya, berapa hari kemarin pun tidak ada sama sekali solusi. Bayangkan kalau diam di rumah kita harus kerjaan apalagi,” tuturnya.

Semenjak diperbolehkan beroperasi, kata Iskandar, penumpang yang hendak pergi sudah kosong atau sepi, tidak ada lagi kata arus mudik ataupun arus balik. Dan kebanyakan orang memilih angkutan lain ketimbang kendaraan umum seperti bus. Dirinya menjelaskan selama 3 hari ini, satu armada bus hanya diisi beberapa penumpang saja.

“Dari mulai 50 armada dalam sehari, kini hanya 25 kendaraan saja. Lihat saja sendiri yang naik dalam satu bus cuma 3 orang 4 orang. Kalau seluruh beroperasi mau ngangkut apa yang ada hanya ngabisin bahan bakar,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

BPR Sukabumi Percepat Layanan Digital, Pendaftaran Nasabah Kini Bisa Dimulai dari Genggaman
SOYJOY Nutrition Award 2026, Dorong Inovasi Ahli Gizi untuk Anak Bangsa dan Menuju Indonesia Emas 2045
PT Amerta Indah Otsuka Tanam 3.500 Pohon di TNGHS, Perkuat Konservasi Hutan dan Sumber Air
Permudah Akses Produk Perbankan, BPR Sukabumi Hadirkan SIMPEN Berbasis Digital
90 UMKM Sukabumi Dibina Naik Kelas, Fokus Tingkatkan Kualitas Produk dan Perluas Pasar
Antisipasi Pajak Kendaraan Tahunan, BPR Sukabumi Hadirkan Tabungan TAPAK
BPR Sukabumi Hadiri Peringatan Harkitnas 2026, Perkuat Komitmen Dukung Transformasi Digital
Jelang Iduladha, Berkah Mandiri Tawarkan Sapi Kurban Berkualitas dengan Harga Terjangkau

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:53 WIB

BPR Sukabumi Percepat Layanan Digital, Pendaftaran Nasabah Kini Bisa Dimulai dari Genggaman

Senin, 22 Juni 2026 - 12:32 WIB

SOYJOY Nutrition Award 2026, Dorong Inovasi Ahli Gizi untuk Anak Bangsa dan Menuju Indonesia Emas 2045

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:00 WIB

PT Amerta Indah Otsuka Tanam 3.500 Pohon di TNGHS, Perkuat Konservasi Hutan dan Sumber Air

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:50 WIB

Permudah Akses Produk Perbankan, BPR Sukabumi Hadirkan SIMPEN Berbasis Digital

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:04 WIB

90 UMKM Sukabumi Dibina Naik Kelas, Fokus Tingkatkan Kualitas Produk dan Perluas Pasar

Berita Terbaru

OPINI

Gizi Rakyat atau Gizi Oligarki?

Rabu, 24 Jun 2026 - 17:29 WIB