Hidup di Vila Gelap Gulita di Baros, Kakak Beradik Ini Dambakan Bantuan Pemerintah

Selasa, 11 Mei 2021 - 18:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Nasib pilu dialami Abdul Rohman (40) dan Nunung (26), dua bersaudara ini hidup dengan serba keterbatasan di sebuah vila tua yang berada di Kampung Bobojong RT 1 RW 1, Kelurahan Baros, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi.

Sudah hampir empat tahun kaka beradik ini menempati vila itu. Sehari-hari, merenya terkadang hanya bisa memakan ubi.

Yang paling miris, saat ini vila yang ditempati mereka tidak memiliki aliran listrik. Jika menjelang malam hari terpaksa mereka harus gelap-gelapan.

“Awalnya ada sambungan listrik karena saya menyambungkan kabel kepada rumah kakak saya. Tapi, kini sudah satu bulan lebih saya putus karena tidak bisa ikut membantu membayar iyuran tagihan listrik,” kata Abdul kepada wartawan, Senin (10/05/21).

Lanjut dia, untuk penerangan saat ini mereka hanya mengandalkan cempor minyak tanah. Jika minyak habis mereka hanya mengandalkan cahaya alakadarnya. Apalagi, dibulan puasa ini mereka saur dengan kondisi keterbatasan.

“Mau gimana lagi saya boro-boro pasang listrik untuk sehari-hari pun serba susah,” imbuhnya.

Dari informasi yang dihimpun, Abdul Rohman sudah mengurus vila dan kebun tersebut selama puluhan tahun. Namun, pemilik vila tidak bisa memberikan upah dan sebagai imbalannya Abdul diperbolehkan menempati vila dan memanfaatkan kebunnya untuk bertani.

“Saya sudah lama mengurus vila dan mengurus kebun di sini. Sudah hampir empat tahun lebih tinggal di vila bersama adik saya,” ujarnya.

Sejauh ini, Abdul tidak memiliki pekerjaan tetap dan hanya kuli serabutan sehingga penghasilannya pun tidak menentu.

“Saya tidak memiliki penghasilan tetap. Kalau ada yang makan, kalau tidak ada ya mau bagai mana. Untuk makan saya memanfaatkan ubi, bahkan bisa sampai empat hari tidak makan nasi,” lirihnya.

Abdul mengaku, selama tinggal di Kampung Bobojong RT1/1, Kelurahan/Kecamatan Baros tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat.

“Bantuan dari pemerintah belum pernah dapat, memang saya sebelumnya tidak menetap di kampung kadang bekerja di luar. Tapi, sudah empat tahun saya di sini belum ada bantuan. Sekarang saya mau tetap disini karena tidak punya rumah,” tandasnya.

Reporter: Rizky Miftah | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Ratusan Massa Aksi PMII Kota Sukabumi Geruduk Balai Kota, Sampaikan 11 Tuntutan
Dampak Pembangunan Jalan Gudang di Kota Sukabumi, Sejumlah Toko Sepi dan Omzet Turun
LSM Gapura Desak Kejari Periksa Proyek Air Minum ‘Bobrok’ di Caringin
Banjir Luapan Sungai Rendam 20 Rumah di Cibadak
Longsor di Sukalarang Sukabumi, Satu Warga Meninggal Dunia
Bupati Sukabumi dan Penasihat Presiden Resmikan Huntap untuk Korban Bencana
Polusi Debu Proyek Tol Bocimi Seksi 3 Menghantui Warga Karangtengah Sukabumi
Gus Uha Jawab Isu Mangkrak Proyek Gedung MUI Cikembar Rp 3 Miliar, Hingga Soal Segel Kontraktor Paving Blok

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 16:24 WIB

Ratusan Massa Aksi PMII Kota Sukabumi Geruduk Balai Kota, Sampaikan 11 Tuntutan

Rabu, 22 April 2026 - 11:06 WIB

Dampak Pembangunan Jalan Gudang di Kota Sukabumi, Sejumlah Toko Sepi dan Omzet Turun

Minggu, 19 April 2026 - 13:05 WIB

LSM Gapura Desak Kejari Periksa Proyek Air Minum ‘Bobrok’ di Caringin

Sabtu, 18 April 2026 - 20:57 WIB

Banjir Luapan Sungai Rendam 20 Rumah di Cibadak

Kamis, 16 April 2026 - 20:39 WIB

Longsor di Sukalarang Sukabumi, Satu Warga Meninggal Dunia

Berita Terbaru

PERISTIWA

Di Balik Ramainya Konser, PAD Stadion Surya Kencana Masih Rendah

Minggu, 26 Apr 2026 - 12:10 WIB

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777