JURNALSUKABUMI.COM – Volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) yang berada di Cimenteng, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, mengalami peningkatan.
Kenaikan itu salah satunya didominasi oleh sampah kulit kelapa muda dan dirasakan selama bulan suci Ramadhan 1442 hijriah tahun ini.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Denis Eriska mengatakan, penambahan jumlah sampah itu disebabkan pada saat bulan Ramadhan. Masyarakat berbondong-bondong mencari aneka jajanan segar sehingga kelapa muda menjadi trend setiap tahunnya.
“Bulan ini sampah yang masuk ke TPSA mengalami kenaikan, terutama sampah dari kulit kelapa muda,” kata Denis Eriska kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (28/04/21).
Selain sampah kulit kelapa muda, sambung dia, jenis sampah dapur rumah tangga juga menjadi salah satu penyumbang peningkatan sampah selama bulan puasa ini. Walaupun begitu, lonjakan yang masuk ke TPSA masih terbilang normal, ketimbang tahun sebelumnya.
“Masih terbilang normal untuk ramadhan tahun ini, namun bagi penjual kelapa muda di harapkan tidak ada pembuangan sampah secara liar,” terangnya.
Sementara itu, penjual kelapa muda di Palabuhanratu, Iwan mengaku banyak hikmah selama bulan ramadhan, karena dirinya bisa menjajakan Kelapa mencapai ribuan perharinya.
“Kalau bulan biasa, rata-rata sehari terjual 500 butir kelapa muda, namun di bulan puasa gini rata-rata 1000 butiran sehari,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












