Kang Emil Sebut Covid-19 Hanya Ada di Kota, Kalau di Ciptagelar?

Kamis, 25 Maret 2021 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil sebut penyakit yang saat ini melanda negeri yaitu corona virus disease 2019 merupakan penyakit yang berada di pusat kota. Sebab, dalam populasi penularannya hanya ada di kota-kota besar Indonesia.

Hal itu ia ungkapkan pada saat kunjungan kerja ke wilayah pedesaan yang jauh dari pusat kota yakni Kampung Adat Ciptagelar, tepatnya Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Rabu kemarin.

“Kunci protokol kesehatan tentu harus diperhatikan, yang kedua memang covid-19 itu merupakan penyakit kota dalam pandangan saya,” kata Kang Emil sapaan karib Ridwan Kamil itu kepada wartawan, Kamis (25/03/21).

Lanjut ia, memang di perkotaan sendiri lebih banyak titik-titik yang memungkinkan masyarakat berkumpul dalam jumlah yang banyak, seperti pusat perbelanjaan, bioskop, dan pusat kebugaran.

“Rata rata wilayah yang berada di pedesaan yang berada di pegunungan itu kebanyakan zona hijau termasuk Kasepuhan Ciptagelar,” terangnya.

Tah hanya itu menurut kang Emil, kunci protokol kesehatan pun tetap harus diperhatikan walaupun tingkat penyebarannya nihil. Dengan begitu, angka peningkatan covid-19 khususnya di Jawa barat bakal terus menurun.

“Tidak hanya di Ciptagelar saja makanya Jabar kan sudah hampir nihil zona merah karena daerah terpencilnya memang rata-rata zona hijau,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha II Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Pesan SMSI Jabar, Hardiansyah: Optimalisasi Media Sosial Kunci Solusi Pendapatan Perusahaan Media! ‎ 
Keluhan Buruh soal BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi, Zainul Munasichin Janji Tindak Lanjut di DPR RI
Perjuangkan Hak Rakyat, Heri Gunawan Desak ATR/BPN Tuntaskan Sengketa Lahan di Jaksel dan Cidahu Sukabumi
Doni Damara Tawarkan Wajah Baru KNPI Bantargadung, Dari Wirausaha hingga Literasi Digital
Demi Setetes Madu Hutan, Pepen Rela Pertaruhkan Nyawa di Pohon Raksasa Sukabumi
Jelang Akhir Libur Panjang, Arus Kendaraan Exit Tol Parungkuda-Sukabumi Padat Merayap
Usai Teken Perjanjian Kerja Sama Dengan ABPEDNAS, SMSI Bergerak Bentuk Pokja News Room Jaga Desa
Perairan Sukabumi Diawasi Ketat Tangkal Migran Gelap hingga Kejahatan Lintas Negara

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:57 WIB

Pesan SMSI Jabar, Hardiansyah: Optimalisasi Media Sosial Kunci Solusi Pendapatan Perusahaan Media! ‎ 

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:59 WIB

Keluhan Buruh soal BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi, Zainul Munasichin Janji Tindak Lanjut di DPR RI

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:26 WIB

Perjuangkan Hak Rakyat, Heri Gunawan Desak ATR/BPN Tuntaskan Sengketa Lahan di Jaksel dan Cidahu Sukabumi

Senin, 13 Juli 2026 - 16:28 WIB

Doni Damara Tawarkan Wajah Baru KNPI Bantargadung, Dari Wirausaha hingga Literasi Digital

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:27 WIB

Demi Setetes Madu Hutan, Pepen Rela Pertaruhkan Nyawa di Pohon Raksasa Sukabumi

Berita Terbaru