JURNALSUKABUMI.COM – Jumlah narapidan (Napi) yang terpapar virus covid-19 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Nyomplong Sukabumi kembali bertambah sebanyak 2 orang.
Penambahan itu terdiri dari 1 orang WBP dan 1 orang petugas anggota Regy Pengamanan di Lapas Nyomplong.
Kalapas Kelas II B Nyomplong, Cristho Thoar mengatakan, penambahan itu terjadi lantaran hasil test swab PCR tahap kedua yang dilakukan kepada seluruh penghuni lapas ada keterlambatan hasil test.
“Dari total 47, ada 2 yang hasilnya telat keluar. Jadi totalnya 49 orang dengan rincian 48 WBP dan 1 orang petugas yang terkena covid,” kata dia kepada Jurnalsukabumi.com, Selasa (23/03/21).
Lanjut dia mengatakan napi yang positif Corona itu adalah orang tanpa gejala (OTG). Menurutnya, para napi ini kelihatan sehat meski terinfeksi virus Corona.
Selain itu, 5 orang yang harus menjalani isolasi di Rumah Sakit R Syamsuddin SH pun. Saat ini, kondisinya berangsur membaik.
“Pada prinsipnya keadaan semua WBP dan Petugas yang terpapar covid dalam keadaan sehat. Sedangkan 5 orang yang di rawat di RS Bunut, 4 orang sudah di lepaskan infusnya dan 1 orang masih observasi,” imbuhnya.
Dia menyebut, warga binaan yang terpapar COVID-19 sudah dipisahkan dengan napi lainnya. Mereka diisolasi di 4 blok terpisah.
“Alhamdulillah ke 43 orang WBP yang isolasi mandiri di dalam lapas dalam keadaan sehat, tidak ada yang bergejala berat,” sebutnya.
Selain itu tambah dia, selama proses perawatan isolasi seluruh WBP yang terpapar tidak mengalami hambatan. Untuk obat-obatan hingga makanan tambahan untuk seluruh pasien saat ini masih tercukupi.
“Untuk obat obatan dan APD di support oleh Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kota Sukabumi, dalam hal ini Bapak Walikota melalui Dinas Kesehatan dan Puskesmas Pabuaran. Pak Wali juga melalui puskesmas Pabuaran mengirimkan makanan penambah daya tahan tubuh bagi 48 WBP yang terkena Covid-19,” pungkasnya.
Reporter: Rizky Miftah || Redaktur: FK Robbi












