JURNALSUKABUMI.COM – Kedai Kopi Palagan, sajikan kopi asli Sukabumi, dengan cara diseduh “tubruk” dan ditemani lantunan live musik klasik dan pop.
Kopi merupakan salah satu minuman yang paling dinikmati banyak orang, yang tidak sekadar diteguk saja, namun juga dinikmati. Tak ayal, para pembisnis kedai kopi pun selalu memberikan hal yang menarik baik dalam hal, bahan baku kopi (terbaik), cara penyajiannya, atau yang lainnya sebagai magnet bagi pengunjung
Seperti, di “Kedai Kopi Palagan” yang berlokasi di Area parkir museum Palagan Bojongkokosan Parungkuda, menyajikan kopi asli dari Sukabumi, dengan cara pengolahan diseduh “tubruk” dan ditemani lantunan live musik klasik dan pop.
Kedai kopi yang sudah berdiri selama kurang lebih dua tahun tersebut kini kerap diserbu pengunjung baik perorangan maupun komunitas.
“Tempat ini dulunya sekretariat teman-teman komunitas Kaki daun dan sudah beberapa kali mencoba usaha kedai gak jalan terus, serta mereka banyak yang ga ada kegiatan (nganggur) maka saya gabung ke mereka dan bareng-bareng bangun kedai,” kata Owner kedai kopi Palagan, Dadeng Nazarudin, kepada jurnalsukabumi.com, Minggu (14/3/21).
Dadeng menuturkan, setiap harinya kedai ini selalu jadi tempat kumpulnya komunitas. Seperti, Komunitas music (berbagai group music) Wilayah Parungkuda dan Cicurug, Komunitas Relawan Kemanusiaan, Tanggap Bencana, Komunitas motor, mobil dan lainnya.
“Jadi disini, ngopi sembari ditemani lantunan musik klasik dan pop,” ujarnya.
Kedai Kopi Palagan sambung Dadeng, menjual khusus kopi asli dari berbagai wilayah kecamatan di Sukabumi dengan berbagai jenis proses pengolahannya.
“Kebanyakan penikmatnya adalah Kopi lokal 60 % dari Kopi daerah Kabandungan, sisanya dari Cidahu, Cicurug, Gegerbitung, Ciambar, dan Nagrak, dan mayoritas penyuka kopi di Wilayah kita sukanya Robusta 70 % penikmat Kopi pahit di seduh dengan cara tubruk dan kopi susu ( Vietnam drive),” ungkapnya.
Yang hebatnya lagi, kedai kopi palagan memiliki dua program kemanusiaan bulanan. Yakni, seduh Kopi Solidaritas (SKS) yang hasil dari penjualan menu Kopi di sumbangkan ke yang membutuhkan (bantu yang sakit, bantu dana untuk bencana dan lain-lain red) dan MABRAY atau Makan Bareng Anak Yatim
“Setiap hari dari hasil penjualan kopi kita sisihkan untuk hal-hal kemanusiaan salah satunya untuk santunan anak yatim/piatu atau jompo,” bebernya
“Kalau para penggiat kemanusiaan setelah bekerja kemanusiaan mereka butuh tempat kita persilahkan di kedai dan kita gratiskan,” tambahnya.
Reporter: Ruslan AG || Redaktur: FK Robbi












