Perayaan Barongsai di Kota Sukabumi Ditiadakan, Ini Persiapan Vihara Widhi Sakti

Rabu, 10 Februari 2021 - 18:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Setiap perayaan Tahun Baru China atau Imlek, tidak lengkap tanpa atraksi Barongsai yang merupakan tarian tradisional China. Barongsai menjadi pertunjukkan yang ditunggu untuk memeriahkan momen Imlek.

Namun, sepertinya untuk tahun ini kemeriahan tersebut tidak akan terjadi. Pasalnya, perayaan cap go meh di Vihara Widhi Sakti Kota Sukabumi di tiadakan sementara.

Humas Vihara Widhi Sakti Kota Sukabumi, Arieffin Natawidjaja mengatakan, tidak dirayakannya acara penting khususnya bagi umat Konghucu dan Tionghoa itu, lantaran melihat situasi saat ini masih dalam pandemi covid-19.

“Biasanya tahun baru Imlek diisi dengan kebaktian bersama dan acara hiburan berupa pertunjukan barongsai. Namun, kali ini hal itu ditiadakan. Sesuai dengan anjuran dari pemerintah, beberapa acara itu ditiadakan,” kata dia kepada wartawan, Rabu (10/02/21).

Kendati demikian, lanjut Arifin, untuk menyambut perayaan Imlek nanti, Vihar Widhi Sakti saat ini tengah bersiap – siap. Dari mulai membersihkan vihara hingga mengatur palaksanaan ibadah para umat tiong hoa nanti.

“Persiapannya kita dimulai sejak dua minggu lalu, jadi kami ada beberapa orang yang membersihkan area vihara hingga altar. Saat ini masih dilakukan pembersihan dibagian dinding,” ujarnya.

Sementara tambah dia, untuk mengantisipasi kerumunan. Nantinya, akan membatasi setiap masyarakat yang akan beribadah.

Nantinya jumlah umat yang akan melakukan sembahyang akan dibatasi sebanyak 10 sampai 15 orang dengan durasi hingga 15 menit di setiap waktunya.

“Selain itu kita tetap memperhatikan, protokol kesehatan. Setiap umat yang masuk wajib di test suhu badan, penggunaan masker, mencuci tangan, dan dihimbau untuk tidak berkerumun,” tandasnya.

Reporter: Rizky Miftah | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terbaru