Tuduh Media dan LSM Tukang “Obok-obok” Desa, Apdesi Sukabumi Banjir Kecaman

Selasa, 24 November 2020 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Munculnya video berdurasi 26 detik Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Sukabumi yang berisikan media jadi tukang mengobok-obok desa di Sukabumi, menuai tanggapan dan Kecaman dari Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sukabumi Raya Apit Haeruman, sangat disayangkan dalam isi video tersebut ada nama media yang disebut selalu mengobok-obok.

“Seharusnya dalam video tersebut pakai oknum, jangan menggeneralisir dengan nama media, kami merasa kecewa,” ungkap Apit, kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (24/11/20).

Menurut jurnalis Metro TV ini, ada hal yang memang menjadi kejanggalan dan keresahan kepada media dalam video tersebut, yakni dalam isi video seharusnya fokus saja kepada media yang memang suka mengobok-obok, selanjutnya sekali lagi gunakan oknum.

“Memang kami selaku media kontrol sosial sangat mendukung jika ada oknum-oknum media yang selalu menganggu kinerja desa. Tapi Apdesi jangan membuat blunder dan jadi bola liar dalam ucapan tersebut,” tegasnya.

IJTI selaku mewakili media jurnalis Sukabumi Raya meminta kepada Apdesi untuk menarik ucapan tersebut dan melakukan klarifikasi secara terbuka.

“Kami minta cabut ucapan tersebut dan klarifikasi secara terbuka, dalam kondisi seperti ini sedang masa pandemi covid-19 Apdesi pun memberikan contoh dalam kerumunan seperti itu,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Apdesi Kabupaten Sukabumi Deden Deni Wahyudin mengatakan, terkait video tersebut dengan maksud pada oknum media.

“Maksud kami ditujukannya ke LSM dan Media yang oknum,” pungkasnya.

Reporter: Ifan || Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

Polisi Ringkus Empat Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Sukaraja, Dua Orang Masih Buron
Atasi Parkir Liar, Halaman Depan RSUD Palabuhanratu Disterilkan Petugas Gabungan
Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa
Mahar Belum Terbayar, Nyawa Sudah Melayang: Tragedi Karyawan Minimarket di Jampangkulon
BK Lakukan Pendalaman Dugaan Pelanggaran Etik Anggota DPRD Kota Sukabumi
Bupati Sukabumi Asep Japar Lepas Jemaah Haji Kloter 13, Titip Doa untuk Kemajuan Kabupaten Sukabumi
KM 72 Ambrol, Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Berhenti Total Arah Ibu Kota
Momentum Persaja Kabupaten Sukabumi: Tegakkan Keadilan dan Perkuat Solidaritas Adhyaksa

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:49 WIB

Polisi Ringkus Empat Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Sukaraja, Dua Orang Masih Buron

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:38 WIB

Atasi Parkir Liar, Halaman Depan RSUD Palabuhanratu Disterilkan Petugas Gabungan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:55 WIB

Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:39 WIB

Mahar Belum Terbayar, Nyawa Sudah Melayang: Tragedi Karyawan Minimarket di Jampangkulon

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:38 WIB

BK Lakukan Pendalaman Dugaan Pelanggaran Etik Anggota DPRD Kota Sukabumi

Berita Terbaru

RAGAM

DPPKB: Kampung KB Desa Kalibunder Jadi Pusat Perubahan

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:44 WIB