Simak! Tips Mengatasi Teror Ular Kobra dari TABU RESCUE SNAKE

Sabtu, 14 November 2020 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kobra adalah jenis ular berbisa yang memiliki daya mematikan sangat tinggi bagi manusia. Reptil tersebut, memiliki racun di taringnya yang bisa menghabisi nyawa mangsanya hanya dalam satu gigitan. 

Berikut siklus tahunan baby Kobra yang kerap muncul pada bulan November sampai Januari di wilayah Jabodetabek bahkan menyasar hampir di seluruh penjuru Tanah Air.

Biasanya, Kobra berjenis kelamin betina  meletakkan 12 hingga 60 telur dalam sarang per tahunnya. Masa penetasan baby Kobra  membutuhkan kurang lebih 3 bulan setelah masa kawin. Namun bahaya ancaman perkembangbiakannya bisa dicegah dengan cara membersihkan tumpukan barang bekas seperti kayu, kertas, dus, batu, serta perabotan rumah tangga yang sudah tidak terpakai di sekitar halaman rumah. 

Sejatinya, reptil berbahaya itu, cenderung menghindari manusia. Ular akan mengigit apabila merasa terancam ataupun diganggu. 

Beberapa tips dari TABU (Taman Belajar Ular) Indonesia mencegah ular kobra masuk ke dalam rumah pada pandemi sirklus tahunan Baby Kobra: 

1. Rutin menyapu, mengepel rumah, dan membersihkan kamar mandi dengan menggunakan cairan pembersih atau karbol yang punya aroma menyengat. Karena ular tidak suka dengan pewangi atau bau-bauan tajam.

2. Menjaga kebersihan pekarangan rumah. Hindari penumpukan sampah di dalam atau di luar rumah. Jika ada sampah, segera bersih dan rapikan atau dibakar.

3. Buang sampah bekas makanan di rumah. Karena meninggalkan sampah bekas makanan dapat mengundang kehadiran hewan pengerat seperti tikus. Jangan lupa, tikus adalah makanan kesukaan ular.

4. Jangan menumpuk daun-daun kering, bebatuan, atau material, karena tempat-tempat itu bisa menjadi tempat persembunyian ular.

5. Bereskan tumpukan barang-barang, seperti kardus dan kain yang dapat membuat sudut rumah lembap.

6. Buat pagar khusus dan saringan di saluran air.

7. Letakkan keset yang terbuat dari ijuk yang permukaannya kasar, karena ular tidak suka bersentuhan dengan jenis barang itu. 

8. Jika akan menghias taman, hindari penggunaan batu besar yang bisa menjadi tempat persembunyian ular. Lebih baik pakai batu sungai atau kerikil yang ukurannya  lebih kecil.

Apabila kedatangan ular segera hubungi call center TABU RESCUE SNAKE (087776234960) siap membantu 24 jam di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.

Reporter: Ilham Nugraha  II Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Polisi Ringkus Empat Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Sukaraja, Dua Orang Masih Buron
Atasi Parkir Liar, Halaman Depan RSUD Palabuhanratu Disterilkan Petugas Gabungan
Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa
Mahar Belum Terbayar, Nyawa Sudah Melayang: Tragedi Karyawan Minimarket di Jampangkulon
BK Lakukan Pendalaman Dugaan Pelanggaran Etik Anggota DPRD Kota Sukabumi
Bupati Sukabumi Asep Japar Lepas Jemaah Haji Kloter 13, Titip Doa untuk Kemajuan Kabupaten Sukabumi
Sempat Lumpuh Akibat Longsor, Arah Ibu Kota via Tol Bocimi Kembali Dibuka
KM 72 Ambrol, Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Berhenti Total Arah Ibu Kota

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:49 WIB

Polisi Ringkus Empat Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Sukaraja, Dua Orang Masih Buron

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:38 WIB

Atasi Parkir Liar, Halaman Depan RSUD Palabuhanratu Disterilkan Petugas Gabungan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:55 WIB

Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:39 WIB

Mahar Belum Terbayar, Nyawa Sudah Melayang: Tragedi Karyawan Minimarket di Jampangkulon

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:38 WIB

BK Lakukan Pendalaman Dugaan Pelanggaran Etik Anggota DPRD Kota Sukabumi

Berita Terbaru

RAGAM

DPPKB: Kampung KB Desa Kalibunder Jadi Pusat Perubahan

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:44 WIB