Pegawai dan Napi Lapas Kelas II B Nyomplong Ditest Urine

Selasa, 10 November 2020 - 19:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Mendeteksi penyalahgunaan narkotika di dalam lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Nyomlpong, Kota Sukabumi, seluruh pegawai dan pegawai narapidana menjalani tes urine.

Tes dilakukan mendadak dengan menggandeng Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sukabumi digelar beretepatan dengan moment Hari Pahlawan yang jatuh pada hari Selasa (10/11/20).

Pantauan jurnalsukabumi.com, satu-persatu seluruh pegawai termasuk Kepala Lapas kelas II B Nyomplong menjalani tes urine dengan pengawasan ketat dari BNNK Sukabumi.

Kepala Lapas kelas II B Nyomplong, Yosafat Rizanto mengungkapkan tes urine mendadak ini lakukan sebagai langkah pencegahan ataupun peringatan untuk mendeteksi penyalahgunaan narkoba dilingkungan lapas.

“Dalam rangka hari Pahlawan dan pencegahan narkoba didalam lapas, khusunya untuk pegawai. Kita, melakukan test urine, hal ini untuk memastikan dilingkungan lapas jauh dari peredaran narkoba,” imbuhnya.

Sedikitnya lanjut dia, ada sekitar 65 pegawai lapas dan sisanya 25 pegawai narapidana kelas II B Nyomplong yang sudah di ambil sample nya.

Beberapa sample pun sambung Yosafat, ada yang diambil dari kamar narapidana yang bekerja di Lapas Nyomplong.

“Kemudian untuk yang jaga malam, kita test lebih awal dulu. Selanjutnya, kita laksanakan tadi jam 10.00 pagi sampai dengan saat ini,” kata Yosafat kepada wartawan.

Yosafat mengatakan, jika dalam test urine masal itu nantinya terbukti ada pegawai atau napi yang positif menggunakan naroba pihaknya tidak segan-segan akan memberikan tindakan tegas dan meminta BNN Sukabumi untuk melakukan rehabilitasi.

“Hasilnya mudah-mudahan doa kami tidak ada pegawai dan warga binaan tidak ada yang positif. Tetapi bilamana nanti ada pegawai maupun narapidana yang diketahui positif kita akan proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Pemeriksaan urine ini rencananya akan terus dilakukan sebagai upaya nyata Lapas Nyomplong membersihkan Lapas dari bahaya narkoba.

Sementara itu dihubungi terpisah menurut, Kepala BNNK Sukabumi, AKBP Fahmi Cipta Dewantara, sesuai hasil test urine, tidak ditemukan indikasi pegawai maupun warga binaan Lapas Kelas II B Nyomplong Sukabumi yang positif menggunakan dan penyalahgunaan narkoba.

“Kita mengucapkan terima kasih kepada seluruh personil Lapas kelas II B Nyomplong Sukabumi telah menjalin kerja sama sehingga terwujudnya bentuk sinegritas antara BNNK Sukabumi dengan Lapas Kelas II B Nyomplong Sukabumi Bersih Narkoba (Bersinar),” pungkasnya.

Reporter: Rizky Miftah II Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Sejumlah Negara ASEAN Sepakat Lindungi Karya Jurnalistik dari Eksploitasi Platform Digital dan AI
Terima Aset Rampasan KPK Rp1,94 Miliar, Bupati Sukabumi: Ini Amanah
Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks
Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Sejumlah Negara ASEAN Sepakat Lindungi Karya Jurnalistik dari Eksploitasi Platform Digital dan AI

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:55 WIB

Terima Aset Rampasan KPK Rp1,94 Miliar, Bupati Sukabumi: Ini Amanah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu

Berita Terbaru