Pasca Banjir Bandang Cicurug, Perbaikan Pipanisasi Sudah 80%

Selasa, 13 Oktober 2020 - 12:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mengebut pembangunan infrastruktur strategis pasca banjir bandang yang melanda 13 desa dan 1 kelurahan di Sukabumi Utara, pekan lalu (21/09/2020).

Luapan air bah yang menghancurkan sarana pipanisasi di kaki Gunung Salak, untuk mengalirkan air bersih ke rumah-rumah warga dan fasilitas umum lainnya tengah dalam penataan kembali.

Kepala Sekso (Kasi) Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman mengatakan, pembangunan infrastruktur berupa pipanisasi yang sempat memutus aliran air ke pemukiman warga yang tersebar di tujuh desa, sudah mencapai 80 persen.

“Akibat banjir bandang ini, banyak infrastruktur yang rusak terutama pipanisasi yang menyalurkan kebutuhan air bersih ke setiap rumah tangga yang terdampak bencana,” Kata Eka kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (13/10/2020).

Menurutnya, pembangunan pipanisasi sepanjang ribuan meter tersebut, memerlukan dukungan dan partisipasi masyarakat secara keseluruhan. Supaya pekerjaan bisa berjalan lebih cepat dan pemulihan kondisi bisa berjalan sesuai harapan semua pihak.

“Pengerjaan ini membutuhkan anggaran cukup besar. Alhamdulillah pipanisasi sudah selesai dibangun oleh masyarakat dibantu para relawan yang tak pernah memulihkan keadaan agar kondisi kembali normal,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Ruang Peduli, Dodi firmansyah ketua menuturkan, pembangunan pipanisasi yang berada di Desa Girijaya, Kecamatan Cidahu, masih dalam tahap pengerjaan. Ia menjelaskan, air yang mengaliri beberapa kedusunan itu sudah mencapai 90%.

“Saat ini masih pemasangan pipa dari sumber air ke bak penampungan. Selanjutnya akan disalurkan ke rumah tangga sasaran dan fasilitas lainnya,” jelasnya.

Reporter: Ilham Nugraha II Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Dari Stok 20 Tahun, Cadangan Padi Adat Ciptamulya Diprediksi Tinggal 5 Tahun Usai Kebakaran
Leuit Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Arang, Warga Berjuang Amankan Cadangan Pangan
Api Cepat Merambat di Ciptamulya, Kodim 0622 Sukabumi Bantu Kendalikan Kebakaran
Kasepuhan Ciptamulya Terbakar Hebat, Rumah Adat hingga Permukiman Ludes
Laka Maut Pasutri di Cijalingan Sukabumi, Suami Tewas Terlindas Truk dan Istri Patah Kaki
Korban Jiwa Kembali Berjatuhan, Tambang Ilegal Masih Marak di Sukabumi
Lilin saat Listrik Padam Berujung Petaka, Tiga Bocah Meninggal dalam Kebakaran di Sukabumi
Dua Kios Terbakar di Parungkuda, Satu Orang Alami Luka Bakar

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 10:37 WIB

Dari Stok 20 Tahun, Cadangan Padi Adat Ciptamulya Diprediksi Tinggal 5 Tahun Usai Kebakaran

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:56 WIB

Leuit Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Arang, Warga Berjuang Amankan Cadangan Pangan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:48 WIB

Api Cepat Merambat di Ciptamulya, Kodim 0622 Sukabumi Bantu Kendalikan Kebakaran

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:03 WIB

Kasepuhan Ciptamulya Terbakar Hebat, Rumah Adat hingga Permukiman Ludes

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:44 WIB

Laka Maut Pasutri di Cijalingan Sukabumi, Suami Tewas Terlindas Truk dan Istri Patah Kaki

Berita Terbaru