Dapur Tak “Ngebul”, Ini Jeritan Pedagang Pasar Malam Cidahu Pasca Ditutup

Selasa, 13 Oktober 2020 - 16:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pasar Malam atau yang biasa masyarakat sebut dengan korsel, ibarat telah menjadi ‘nyawa’ bagi keluarga para pedagang tradisional musiman itu. Sebab, di wahana itu lah yang membuat dapur keluarganya ngebul.

Sehari-hari para pedagang itu mencari nafkah hanya menggantungkan nasibnya di PM dan itu pun dengan waktu singkat.

Namun, pasca penutupan korsel di Kampung Pasirdoton, Desa Pondokaso, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi oleh Gugus Tugas Covid-19, Minggu (04/10/2020) lalu. Kini, nyala api dapur para pedagang meredup bahkan padam.

Penutupan yang terjadi itu dilakukan karena para pedagang masih berjualan di tengah upaya menakan laju penularan virus corona (Covid-19).

“Sepekan penutupan, kami tidak boleh beroperasi lagi, tetapi itu mata pencaharian satu satunya untuk menghidupi keluarga,” lirih Pengelola Pasar Malem Yuneldi Putra kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (13/10/2020).

Tak hanya itu lanjut dia dengan adanya aktivitas pasar tersebut, bukan hanya para pedagang atau korsel saja yang diuntungkan, tetapi lingkungan sekitar pun terbantu dari segi ekonominya.

“Kita membuka lebar juga bagi masyarakat sekitar, baik dengan cara diperbolehkan berjualan. Bahkan, hingga parkiran kita serahkan ke warga sekitar,” ujar Yuneldi.

Sementara salah satu pedagang, Edo mengakui kerugian cukup besar yang diderita akibat penutupan pasar malam oleh aparatur pemerintah kemarin.

“Jujur, mata pencaharian yang seharusnya mendapat pemasukan mencapai Rp 300 ribu perharinya, kini tidak ada sama sekali,” singkatnya.

Diberitakan sebelumnya, Selaku Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sukabumi, Andi Rahman penutupan PM tersebut sebagai salah satu antisipasi menekan dan menjaga angka penyebaran atau klaster baru covid-19.

“Atas intruksi pimpinan satgas dilakukan lah pembubaran sebagai bentuk tindak lanjut pencegahan klaster baru,” pungkasnya.

Reporter: Ilham Nugraha II Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Kabar Baik! Jembatan Baru Pamuruyan Cibadak Kini Mulai Difungsikan
Bikin Merinding! Kisah Keberanian Pejuang Adang Pasukan Sekutu di Bojongkokosan Parungkuda
DPR Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Hergun Tegaskan Pentingnya Partisipasi Publik
Heboh! Disnakertrans Temukan TKA Diduga Ilegal di PT KKB Cicurug
Maling Domba di Cikakak Keok karena Ban Pecah, Empat Ekor Ternak Ditemukan di Dalam Mobil
Sukabumi Menggugat! Massa Desak Ayep Zaki Mundur dari Kursi Wali Kota
Diberi Tenggat 30 Hari, Massa Aksi 2.6.26 Layangkan Gugatan untuk Ayep Zaki
Puncak Arus Balik Iduladha, Kemacetan di Cibadak Mengular hingga Jalur Alternatif Nagrak

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:35 WIB

Kabar Baik! Jembatan Baru Pamuruyan Cibadak Kini Mulai Difungsikan

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:59 WIB

Bikin Merinding! Kisah Keberanian Pejuang Adang Pasukan Sekutu di Bojongkokosan Parungkuda

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:44 WIB

DPR Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Hergun Tegaskan Pentingnya Partisipasi Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:23 WIB

Heboh! Disnakertrans Temukan TKA Diduga Ilegal di PT KKB Cicurug

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:38 WIB

Maling Domba di Cikakak Keok karena Ban Pecah, Empat Ekor Ternak Ditemukan di Dalam Mobil

Berita Terbaru