Terseret Banjir Bandang hingga 30 meter, Bocah 9 Tahun Selamat dari Ancaman Maut

Kamis, 24 September 2020 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Rizky Gusliadi Rahayu, bocah 9 tahun satu di antara banyak korban selamat dari ancaman maut banjir bandang di Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, yang terjadi Senin, (21/9/2020) lalu.

Sebuah pohon besar yang terbawa hanyut derasnya air pada waktu itu jadi tumpuan harapan bagi Rizky dan Ega Gusliandi (27) saudara kandungnya sesaat terjebak banjir hingga terseret sejauh 30 meter.

Rasa trauma, gelisah hingga panik pasca amukan banjir bandang sampai sekarang masih terekam jelas kedua korban selamat tersebut.

Dari kesaksian Ega, musibah yang memporak-porandakan ratusan rumah termasuk tempat tinggalnya hampir rata dengan tanah karena disapu banjir bandang itu menceritakan sekilas kisah dramatis yang dialaminya.

Terdengar jelas, suara gemuruh air dan teriakan beberapa warga yang tak jauh dari kediamannya itu seolah membangunkannya disaat ia tertidur.

Ditambah, air mulai masuk melalui sela-sela pintu rumah dan hingga mengepung sampai ketinggian semata kaki orang dewasa. Secara spontan, ia bersama Rizky pun langsung menyelamatkan diri. Namun, nasib berkata lain keduanya malah terbawa arus Sungai Cicatih.

“Sebelum kejadian saya sempat lari dan memegang erat adik saya Rizky. Karena air sudah semakin deras, hingga kami pun terseret sampai puluhan meter,” ungkap Egi kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (24/09/2020).

Sesaat terbawa hanyut kata Ega, beruntung ada sebuah pohon besar yang bisa dijadikan tumpuan hidup hingga bisa menyelamatkan diri dan mampu menahan beban tubuhnya.

“Sekitar 30 meter kami terseret banjir ini. Beruntung, kita bisa terdampar di pematang sawah yang sudah tergerus banjir dan berhenti,” terangnya.

Tidak sampai disana, meski sudah bisa bernafas lega akan tetapi di sekitar pematang sawah itu masih terkepung air cukup deras dan menunggu hingga air pun surut.

“Alhamdulilah, setelah tertahan kami pun perlahan mencari tempat yang cukup tinggi untuk menyelamatkan diri sampai arus air menurun. Dan ada pertolongan datang dengan membawa saya saat air mulai surut,” pungkasnya.

Reporter: CR1 II Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Gagal Kabur, Ayah Diduga Cabuli Anak Kandung Dibekuk Polisi di Parungkuda
Emak-emak Terdampak Pergeseran Tanah di Bantargadung Tagih Janji Relokasi
Fatal! Dokumen MCU Tertukar, Kesempatan Kerja Warga Sukabumi Nyaris Terancam
Jeruji Sel Dijebol, Tahanan Polsek Lengkong Kabur dan Lukai Polisi Saat Dikejar
Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka
Pengembang Perum Pratama Residence Cijulang Kembali Didemo, Warga: Stop Janji Busuk! 
Truk Wingbox Terguling Usai Hantam Mobil Listrik BYD di Exit Tol Parungkuda
Nusa Putra Tembus Ranking Dunia, Masuk Kampus Terbaik Jawa Barat dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:52 WIB

Gagal Kabur, Ayah Diduga Cabuli Anak Kandung Dibekuk Polisi di Parungkuda

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:34 WIB

Fatal! Dokumen MCU Tertukar, Kesempatan Kerja Warga Sukabumi Nyaris Terancam

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:12 WIB

Jeruji Sel Dijebol, Tahanan Polsek Lengkong Kabur dan Lukai Polisi Saat Dikejar

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:56 WIB

Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:19 WIB

Pengembang Perum Pratama Residence Cijulang Kembali Didemo, Warga: Stop Janji Busuk! 

Berita Terbaru