JURNALSUKABUMI.COM – Jembatan Cileuleuy yang merupakan akses utama penghubung Desa Sukatani dan Desa Sukakersa, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, tak kunjung ada perbaikan hingga saat ini.
Ironisnya lagi, jalan tersebut sudah hampir lima bulan terpaksa ditutup. Akibatnya, kendaraan roda empat tidak bisa melintas, hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki saja.
Dampak buruk lainnya, perekonomian dan aktivitas warga di dua desa tersebut pun sempat lumpuh dan kian terhambat. Apalagi, bagi petani yang biasa mengakut sayuran, peternakan ayam, pengusaha bola dan warga yang biasa menggunakan mobil pun terpaksa harus mengambil akses lain dan terbebankan biaya transport tambahan.
“Sudah 5 bulan jalan ini ditutup. Tepatnya, dari April kemarin saja pasca rusak kembali. Awalnya sih putus pada tanggal 15 Mei 2019 lalu ada perbaikan sementara dan kemarin ambruk lagi,” ujar warga Sukatani, Rusman Sanusi kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (05/08/2020).
Warga sempat mendapatkan kabar baik, lantaran akan dilakukan rencana perbaikan secara permanen yang bakal dimulai awal tahun 2020 ini. Namun, Upaya Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sukabumi sebelumnya, hanya membangunkan jembatan sementara saja.
“Pasca ada perbaikan sementara dan rencana akan segera dibangun permanen pun kami sangat senang. Tapi, kalau harus nunggu sampai 5 bulan bahkan hanya dijanjikan saja tanpa ada realisasinya buat apa, percuma,” tegas Rusman.
Ia berharap, pemerintah khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi segera lakukan rencana tersebut. Dan kalau memang benar akan dibangun tahun ini, warga pun meminta buktinya.
“Kami ingin bukti bukan janji, ya mininal kan sudah masuk listnya pekerjaan tahun ini kalau memang betul akan diperbaiki. Terlebih, sekarang sudah mulai hujan, dikekhwatirkan akan semakin berdampak buruk,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Asep Jafar saat dihubungi jurnalsukabumi.com melalui pesan whatsaap pribadinya menyampaikan. “Tunggu, insyaallah tahun 2020 ini,” singkatnya.
Reporter: Ifan II Redaktur: Ujang Herlan












