Soal Serangan Ribuan Lalat di Nagrak, DLH: Kita Akan Lakukan Uji Sampling

Selasa, 21 Juli 2020 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pasca keresahan dengan kemunculan ribuan lalat disekitar halaman rumah warga Kampung Kancah Nangkub, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi akan segera lakukan uji sampling di beberapa lokasi.

Plt Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas Penataan Hukum Lingkungan DLH Kabupaten Sukabumi, Yudistira mengatakan, hasil musyawarah dengan pihak pemerintah setempat, perusahaan serta warga menyepakati untuk melakukan uji sampling di peternakan serta lingkungan warga. 

“Ini musyawarah kedua yang kami lakukan, yang memang menyepakati beberapa hal, salah satunya pembentukan tim dan pengujian sampling untuk di cek laboratorium,” jelasnya kepada Jurnalsukabumi.com (21/07/2020). 

Dugaan teror lalat tersebut, harus dibuktikan dengan cara pengecekan laboratorium dan meminta agar pihak perusahaan dapat memperbaiki secara teknis penyebab lalat tersebut bisa kelingkungan masyarakat. 

“Ya, baru dugaan ya itu dari peternakan PT Japfa. Tapi kan itu belum di uji secara teknisnya. Yang pasti, tindak lanjutnya terbukti atau tidak akan dimusyawarahkan kembali,” tutupnya. 

Ditempat yang sama, Kepala Desa Nagrak Utara, Basroh Ramdansyah menambahkan, musyawarah yang dilakukan kedua kalinya tersebut merupakan tindak lanjut dari keluhan warga. Namun, hingga saat ini jumlah lalat yang meneror pemukiman sudah berkurang drastis.

“Ya keluhan dari warga awalnya soal lalat, dan masyawarah ini untuk untuk menyelesaikan masalah tersebut, hasilnya sudah ada beberapa kesepakatan bersama, salah satunya pengujian,” terangnya.

Reporter : Ifan Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terbaru