Bansos Provinsi Tahap II Tak Kunjung Cair, Apdesi Kabupaten Sukabumi Ancam Demo

Jumat, 17 Juli 2020 - 11:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sedikitnya 25 ribu non Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) penerima Bantuan Sosial (Bansos) Provinsi Jawa Barat Tahap 2 di Kabupaten Sukabumi, masih menggantung.

Ironisnya lagi, jumlah pengurangan bantuan covid-19 tersebut dinilai cukup signifikan. Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Sukabumi, meminta secepatnya anggaran tersebut dicairkan.

“Kami mendesak Dinas Sosial (Dinsos) untuk menyamakan data penyaluran Bansos tahap dua ini dengan data penyaluran sebelumnya, agar tidak timbul protes dari masyarakat,” ujar Wakil Ketua 1 Apdesi Kabupaten Sukabumi, Ojang Apandi kepada jurnalsukabumi.com.

Apdesi juga meminta agar data penerima yang belum cair ini bisa terlealisasikan dalam waktu dekat ini. Kabar terbarunya, sambung Ojang sudah mendapatkan titik terang. Yakni, data jumlah pendistribusian Bansos tahap satu akan kembali diajukan melalui Dinsos Kabupaten Sukabumi.

“Saat audensi kemarin (16/7/20) di Aula Dinas Pendidikan, Dinsos memberikan opsi akan melakukannya dengan cara sapa warga. Namun, kami menolaknya karena cara tersebut tidak efektif dan disepakati kami akan memberikan data tahap satu untuk penyaluran bantuan di tahap kedua nanti,” ulasnya.

Ojang juga meminta, bahwa Dinsos Kabupaten Sukabumi, harus memberikan data non-DTKS yang 25 ribu itu ke Dinsos Provinsi Jabar, untuk menyusul bantuan yang belum cair ini. Bahkan, pihaknya memberikan waktu kurang lebih satu minggu kepada Dinsos untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Jika dalam satu minggu permasalahan ini belum selesai dan non-DTKS masih juga tidak mendapatkan bantuan. Maka kami akan melakukan aksi ke Dinsos Provinsi Jabar,” tandasnya.

Dilokasi yang sama, Sekjen Apdesi Kabupaten Sukabumi, Tutang Setiawan menambahkan, data yang tahap kedua ini dicoret dari Bansos Provinsi Jabar, agar dimunculkan kembali.

“Yang 25 ribu itu kami minta segera munculkan kembali datanya sebagai penerima Bansos Provinsi Jabar,” pungkasnya.

Reporter : Ruslan AG II Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dari Stok 20 Tahun, Cadangan Padi Adat Ciptamulya Diprediksi Tinggal 5 Tahun Usai Kebakaran
Leuit Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Arang, Warga Berjuang Amankan Cadangan Pangan
Api Cepat Merambat di Ciptamulya, Kodim 0622 Sukabumi Bantu Kendalikan Kebakaran
Kasepuhan Ciptamulya Terbakar Hebat, Rumah Adat hingga Permukiman Ludes
Laka Maut Pasutri di Cijalingan Sukabumi, Suami Tewas Terlindas Truk dan Istri Patah Kaki
Korban Jiwa Kembali Berjatuhan, Tambang Ilegal Masih Marak di Sukabumi
Lilin saat Listrik Padam Berujung Petaka, Tiga Bocah Meninggal dalam Kebakaran di Sukabumi
Dua Kios Terbakar di Parungkuda, Satu Orang Alami Luka Bakar

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 10:37 WIB

Dari Stok 20 Tahun, Cadangan Padi Adat Ciptamulya Diprediksi Tinggal 5 Tahun Usai Kebakaran

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:56 WIB

Leuit Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Arang, Warga Berjuang Amankan Cadangan Pangan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:48 WIB

Api Cepat Merambat di Ciptamulya, Kodim 0622 Sukabumi Bantu Kendalikan Kebakaran

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:03 WIB

Kasepuhan Ciptamulya Terbakar Hebat, Rumah Adat hingga Permukiman Ludes

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:44 WIB

Laka Maut Pasutri di Cijalingan Sukabumi, Suami Tewas Terlindas Truk dan Istri Patah Kaki

Berita Terbaru