Kendaraan Besar Berkeliaran Bebas di Sukabumi, DPC Organda ‘Sentil’ Dishub

Rabu, 1 Juli 2020 - 22:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pengawasan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi, mengenai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 17 tahun 2013 tentang Pengawasan dan Pengendalian Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dinilai lemah.

Hal tersebut dilontarkan Sekjen Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Sukabumi, Dede abdul latif kepada dihubungi jurnalsukabumi.com, Rabu (01/07/2020).

“Hingga saat ini, pengawasan Perda tersebut masih kurang efektip. Pasalnya, masih ditemukan kendaraan besar yang masih beroperasi pada jam yang tidak diperbolehkan sesuai Perda tersebut,” ujarnya.

Terlebih, Sukabumi kebanyakan dipadati oleh mobil-mobil dari luar. Dampaknya, jalan semakin padat dan butuh rekayasa lalulintas sesuai aturan yang sudah ditetapkan. “Pertanyaannya, pengawasan Dishub Kabupten Sukabumi selama ini kemana?,” kata Dede.

Dalam Perda tersebut menyebutkan, kendaraan besar hanya diperbolehkan melintas sekitar pukul 10.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB (dalam kota) dan pukul 19.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB (untuk luar kota).

“Hal ini misalanya, sampai sekarang kendaraan yang beroperasi dan dinilai melanggar aturan pun, terkesan sudah tak asing lagi,” terangnya.

Dampaknya sambung Dede, jelas sangat merugikan angkutan kecil yang beroperasi sehingga keberadaan Perda tersebut pun sudah tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Selain itu, penataan transportasi yang tidak terarah.

“Alhasil kemacetan selalu saja terjadi di jam-jam krusial. Seperti, sore dan pagi hari,” bebernya.

Organda sangat menyayangkan pengawasan Dishub yang masih jauh dari kata harapan dan tidak sejalan dengan Visi misi Bupati. Pihaknya, kerap menerima banyak keluhan terkaitan kepadatan lalulintas di jalur Utara Sukabumi misalnya.

“Selain itu, banyak juga pengusaha mengeluh karna penghasilan mereka berkurang akibat tata kelola transportasi sangat buruk,” tandasnya.

Reporter : Ruslan AG II Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Fatal! Dokumen MCU Tertukar, Kesempatan Kerja Warga Sukabumi Nyaris Terancam
Jeruji Sel Dijebol, Tahanan Polsek Lengkong Kabur dan Lukai Polisi Saat Dikejar
Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka
Pengembang Perum Pratama Residence Cijulang Kembali Didemo, Warga: Stop Janji Busuk! 
Truk Wingbox Terguling Usai Hantam Mobil Listrik BYD di Exit Tol Parungkuda
Nusa Putra Tembus Ranking Dunia, Masuk Kampus Terbaik Jawa Barat dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026
Ratusan Prajurit Yon Armed 13 Nanggala Berangkat ke Perbatasan, Bupati: Kami Bangga dan Mendoakan
Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:12 WIB

Jeruji Sel Dijebol, Tahanan Polsek Lengkong Kabur dan Lukai Polisi Saat Dikejar

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:56 WIB

Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:19 WIB

Pengembang Perum Pratama Residence Cijulang Kembali Didemo, Warga: Stop Janji Busuk! 

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:19 WIB

Truk Wingbox Terguling Usai Hantam Mobil Listrik BYD di Exit Tol Parungkuda

Kamis, 25 Juni 2026 - 00:29 WIB

Nusa Putra Tembus Ranking Dunia, Masuk Kampus Terbaik Jawa Barat dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Berita Terbaru

OPINI

Di Mata Akademisi, Sosok Yandra Utama Pemuda Berani

Minggu, 28 Jun 2026 - 20:46 WIB