JURNALSUKABUMI.COM – Obyek wisata di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, seolah tak pernah habis. Akhir-akhir ini, di kawasan Palabuhanratu kembali diramaikan dengan hadirnya salah satu wisata alam yang menguji adrenalin pengunjung.
Tak hanya itu, kendati masih dalam tahapan penataan. Namun, wisata yang digarap langsung Pemerintah Desa (Pemdes) Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu ini menjadi daya magnet luarbiasa bagi para pelancong dalam maupun luar Sukabumi, tiap harinya.
“Wisata ini namanya Curug Huis. Insyallah, tahun 2021 mulai dibuka secara resmi karena saat ini masih dalam tahap penataan. Saat ini saja sekitar 100-200 pengunjung sudah datang tiap harinya,” ujar Kepala Desa Buniwangi Aang Heriana kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (18/06/2020).
Salah satu daya tarik Curug Huis ini, terdapat segudang pesona alam dengan menawarkan nuansa pemandangan yang alami. Serta, pengunjung juga bisa secara langsung bercengkeraman dengan hewan liar salah satunya jenis monyet.
“Dari mulai pintu masuk, perjalanan hingga ke lokasi Curug Huis ini para pengunjung akan disapa ratusan monyet bahkan bisa langsung berdekatan dengan cara melemparkan makanan ringan saja,” jelasnya.
Adapun dinamai Curug Huis, Aang menjelaskan diambil dari sisi cerita kewilayahan dan faktor alam. Dulu, dilahan ini terdapat 33 hektare tanah milik warga terdahulu yang disebut Kampung Cipalabuhan. Juga, diceritakan sosok orang sakti jaman dulu yang ada di kawasan tersebut dengan panggilan nama Abah Huis.
Selain itu, faktor alamnya yakni sesekali air curug ini akan berubah warna menjadi putih seperti huis (Bahasa Sunda) atau warna putih uban. Maka, hingga saat ini dinamai Curug Huis.
“Konon, lokasi ini merupakan cikalbakal peradaban yang ada di Palabuhanratu. Jadi dari sini lah awalnya peralihan hingga beredar ke wilayah Palabuhanratu sehingga makin meluas. Disamping itu, memiliki cerita cukup menarik dan air yang bisa berubah warna,” terangnya.
Kades yang menjabat dua periode ini optimis jika wisata tersebut mampu menjadi sumber penghasilan pendapatam daerah (PAD) bagi desa yang tak sedikit nilainya. Lantaran, Curug Huis berbeda dengan wisata lainnya. Bahkan bisa disebut wista perdana di Sukabumi dengan konsep seperti ini.
“Untuk bisa ke lokasi, para pengunjung bisa menggunakan jalur sungai dan darat. Adapun sate plannya sudah disipakan bale, tempat selfie, mushola, mck dan fasilitas lainnya. Konsepnya kita akan usung dengan menonjolkan bangunan tradisional,” jelas Aang.
Ia menjelaskan, Curug Huis tersebut sebenarnya sudah direncanakan pada tahun 2018. Untuk bisa masuk di wisata ini hanya membutuhkan jarak tempuh sekitar 800 meter dari titik keramaian.
“Ya, dari lokasi Jalan Provinsi alternatif Cikidang-Palabuhanratu ke lokasi ini hanya menghabiskan waktu sekitar 15-20 menit,” pungkasnya.
Reporter: Ruslan AG II Redaktur: Ujang Herlan












