Dituding Potong Dana BST, Begini Bantahan Kades Semplak Sukalarang

Jumat, 12 Juni 2020 - 21:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dugaan pemotongan dana Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementrian Sosial (Kemensos) terhadap enam lansia di Desa Semplak, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, menuai titik terang.

Bahkan, Kepala Desa Semplak Nura Widarnangti membantah keras beredarnya kabar tersebut. “Bukan pemotoangan, namun dana sebesar itu dialihkan kepada warga yang belum menerima batuan sama sekali,” tegasnya kepada wartawan, Jum’at (12/06/20).

Ia menegaskan, pihaknya tidak memerintahkan RT dan aparat desa untuk memungut dan memotong batuan tunai dari Kemesos maupun bantuan lainnya.
Pasalnya, sebelum bantuan tersebut turun, pihaknya telah membuatkan surat pernyataan terkait pengalihan dan BST untuk warga belum menerima bantuan lainnya.

“Sebenarnya sudah ada kesepakatan dari pemerima manfaat untuk mengalihan bantuan itu kepada warga yang belum menerima bantuan, warga yang membuat surat pernyataan tersebut juga disaksikan langsung oleh keluarganya,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kapolsek Sukalarang Iptu Hermansyah, menuturkan terakit adanya permasalahan soal BST tersebut merupakan sebuah keterlambatan infomasi yang tidak diketahui warga lainnya sehingga terjadi polemik.

“Saya berharap kejadian tersebut tidak kembali lagi terulang, dan kami berharap pihak desa juga bisa mensosialisasikan kepada masyrakat secara utuh terkait bantuan kepada warga agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, orang lansia di Kampung Buluh RT. 02/02 Desa semplak tersebut mendapatkan BST Rp 600 ribu dan mengambilnya di desa setempat. Kemudian, setibanya di rumah, mereka kembali didatangi oknum RT dan perangkat desa menarik kembali uang yang bersumber dari BST itu sebanyak Rp.500.000.

Reporter: Riki Rahardian II Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dari Stok 20 Tahun, Cadangan Padi Adat Ciptamulya Diprediksi Tinggal 5 Tahun Usai Kebakaran
Leuit Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Arang, Warga Berjuang Amankan Cadangan Pangan
Api Cepat Merambat di Ciptamulya, Kodim 0622 Sukabumi Bantu Kendalikan Kebakaran
Kasepuhan Ciptamulya Terbakar Hebat, Rumah Adat hingga Permukiman Ludes
Laka Maut Pasutri di Cijalingan Sukabumi, Suami Tewas Terlindas Truk dan Istri Patah Kaki
Korban Jiwa Kembali Berjatuhan, Tambang Ilegal Masih Marak di Sukabumi
Lilin saat Listrik Padam Berujung Petaka, Tiga Bocah Meninggal dalam Kebakaran di Sukabumi
Dua Kios Terbakar di Parungkuda, Satu Orang Alami Luka Bakar

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 10:37 WIB

Dari Stok 20 Tahun, Cadangan Padi Adat Ciptamulya Diprediksi Tinggal 5 Tahun Usai Kebakaran

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:56 WIB

Leuit Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Arang, Warga Berjuang Amankan Cadangan Pangan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:48 WIB

Api Cepat Merambat di Ciptamulya, Kodim 0622 Sukabumi Bantu Kendalikan Kebakaran

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:03 WIB

Kasepuhan Ciptamulya Terbakar Hebat, Rumah Adat hingga Permukiman Ludes

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:44 WIB

Laka Maut Pasutri di Cijalingan Sukabumi, Suami Tewas Terlindas Truk dan Istri Patah Kaki

Berita Terbaru