JURNALSUKABUMI.COM – Dari 300 orang mengikuti rapid test ditemukan lima orang dengan hasil reaktif, di Pasar Semi Modern Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Senin (01/06/20).
Kepala Puskesmas Cicurug, Kabupaten Sukabumi Dr Dini Desti Susanti mengatakan, kegiatan rapid test sudah dilakukan kepada sejumlah pedagang, sopir angkot, tukang ojeg, pengelola pasar dan pengunjung pasar dengan jumlah 300 orang. Dari total 300 orang yang sudah mengikuti rapid test di Pasar Semi Modern Cicurug, kini membuahkan hasil dan sudah ditemukan lima orang yang reaktif.
“Setelah hasil rapid selesai dan diketahui ada yang reaktif, kami menghubungi orang tersebut dan memberikan edukasi serta apa saja yang perlu dilakukan selama isolasi mandiri, intinya jangan panik, karena reaktif rapid belum tentu itu adalah virus Covid-19,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com, Senin (1/06/20).
Dikatakannya, ke lima orang tersebut merupakan dua dari Kecamatan Cicurug yakni satu orang pedagang dan satu orang pengunjung, satu orang sopir angkot dari Kecamatan Bojonggenteng, satu orang pengunjung dari Kecamatan Bantar Gadung, dan satu orang pengunjung dari Kecamatan Parungkuda.
“Kalau yang di luar Kecamatan Cicurug, Pak Camat sudah menghubungi kecamatan yang bersangkutan supaya nantinya mereka dilakukan pemantauan selama isolasi mandiri,” katanya.
Lanjutnya, untuk yang ada di Kecamatan Cicurug pihaknya akan memberikan edukasi kepada kedua orang tersebut, supaya melakukan isolasi mandiri dan selalu menggunakan masker, berprilaku hidup bersih dan sehat, makan-makanan yang bergizi serta melakukan pemeriksaan lanjutan untuk di Polymerase Chain Reaction (PCR) atau test Swab di RSUD Palabuhanratu.
“Dan selain itu kita akan secepatnya melakukan rapid test kepada orang yang sempat kontak erat dengan yang reaktif tersebut,” tutupnya.
Reporter: Herwanto || Redaktur: FK Robbi












