Bansos Terealisasi 60 Persen, Dinsos Sukabumi Blak-blakan ke Kemensos RI

Minggu, 31 Mei 2020 - 10:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kepala Dinas Sosial Kota dan Kabupaten Sukabumi curhat tentang Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kementrian Sosial Republik Indonesia saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor POS Sukabumi, Sabtu (30/05/2020)

Seperti halnya yang disampaikan Kepala Dinas Sosial Kota Sukabumi dr Rita Fitrianingsih mengatakan, kuota penerima BST Kemensos di Kota Sukabumi sebanyak 5099. Sedangkan realisasinya baru 60 persen.

“Masih ada selisih, dari kuota penerima dan realisasinya. Sampai saat ini baru 60 persen, tapi tadi ada solusi dari Kemensos akan di usulkan kembali hingga kuota terpenuhi,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Rita, data ganda penerima BST juga menjadi persoalan. Padahal, sebenarnya jika KPM hanya menerima Bantuan dari Provinsi dan kota tidak menjadi permasalah.

“Ternyata, yang tidak boleh itu apabila KPM juga menerima BNPT atau PKH. Selain itu boleh-boleh saja, kami pun sudah sampaikan hal ini kepada masyarakat, termasuk soal data penerima yang meninggal atau pindah tidak diketahui akan kembali disisir,” ujarnya.

Semnetara itu, Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kementrian Sosial Republik Indonesia, Asep Sasa Purnama mengungkapkan, secara keseluruhan penyaluran BST di Kota dan Kabupaten Sukabumi berjalan dengan baik. Hanya saja, masih ada beberapa KPM yang belum menerima dan akan segera diselesaikan.

“Secara umum bagus, kendala awal karena data terlambat, sehingga harus memacu memanfaatkan waktu yang tersisa sehingga bantuan tersampaikan,” tambahnya.

Asep juga meminta kepada Kantor Pos sebagai penyalur BST Kemensos, agar dapat langsung mengantarkannya ke KPM. Karena memang, jika hanya menggunakan metode undangan, bisa saja KPM tidak bisa hadir secara keseluruhan.

“Kepada kantor pos untuk melakukan penyampaian langsung, karena barangkali ketika diundang seperti lansia, sakit dan lainnya. Kami akan menyisir lagi satu hari lagi, kalau memang ada KPM yang tidak ada orangnya jangan diberikan dan melakukan cek ricek lagi,” tandasnya.

Reporter: Riki Rahardian || Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

Meninggalkan Kampung Lama, Kasepuhan Ciptamulya Bersiap dengan Identitas Baru
327 Pejabat Pemkab Sukabumi Dilantik, Bupati Asep Japar Tantang Birokrasi Buktikan Kinerja
Oknum Komite MAN 3 Sukabumi Ditangkap Kasus Sabu, 6 Paket Barang Bukti Diamankan
Viral! Jalan Baru di Jampang Tengah Dikeluhkan, Aspal Disebut Lunak seperti Gulali
Rp8,4 Miliar Hak Buruh Belum Dibayar, PT Wilton dan BBP Didesak Bertanggung Jawab
US Oknum Kades Tamanjaya Ciemas Positif Narkoba, Polisi Ungkap Barang Bukti Alat Hisap Sabu
Kades di Ciemas Berada di Satresnarkoba, Kapolres: Masih Dalam Penyelidikan
Ketegangan Warnai Penataan Trayek di Terminal Benda, Sopir Angkot 02 Tolak Aturan Sepihak!

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:06 WIB

Meninggalkan Kampung Lama, Kasepuhan Ciptamulya Bersiap dengan Identitas Baru

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:07 WIB

327 Pejabat Pemkab Sukabumi Dilantik, Bupati Asep Japar Tantang Birokrasi Buktikan Kinerja

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:01 WIB

Oknum Komite MAN 3 Sukabumi Ditangkap Kasus Sabu, 6 Paket Barang Bukti Diamankan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Viral! Jalan Baru di Jampang Tengah Dikeluhkan, Aspal Disebut Lunak seperti Gulali

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Rp8,4 Miliar Hak Buruh Belum Dibayar, PT Wilton dan BBP Didesak Bertanggung Jawab

Berita Terbaru