Lapuk Dimakan Usia, Mushola Al-Islah Cikembar Nyaris Roboh

Sabtu, 30 Mei 2020 - 13:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kondisi bangunan Mushola Al-Islah yang berada di Kampung Tenjolaut, RT 03/10, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, sangat memprihatinkan.

Saat ini, tempat ibadah yang berukuran 4 x 7 meter tersebut kondisinya kian lapuk dimakan usia. Bahkan, tembok dinding pun sudah mulai terkelupas hingga retak.

Ironisnya lagi, atapnya pun nyaris roboh ditambah kayu-kayu jendela yang sudah keropos. Padahal, tempat sholat tersebut masih kerap digunakan warga sekitar.

“Alhamdulilah, sampai saat ini masih selalu dipakai untuk beribadah disetiap waktu. Bahkan, hingga pengajian anak-anak,” ujar Tokoh Masyarakat setempat, Nanung (60) kepada jurnalsukabumi.com, Sabtu (30/05/20).

Ia menjelaskan, kondisi tersebut diraskan cukup lama. Hanya saja, untuk perbaikan belum juga terlaksana lantaran kondisi perekonomian yang begitu pelik. Bahkan, upaya pengajuan pun sudah sering dilakukan. Namun, sampai saat ini belum ada juga.

“Mewakili Masyarakat, saya berharap adanya bantuan untuk perbaikan mushola ini. Lantaran, mushola tersebut sudah ada sejak tahun 1984,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Bojongkembar, Uus Saepudin mengaku, sudah menerima laporan terkait Mushola yang kondisinya saat ini sudah rusak tersebut.

“Saya sudah menyampaikan ke Pemerintah Desa terkait dengan hal tersebut,” sambung Uus pria yang kini berusia 40 tahun itu.

Pihaknya bersama dengan Pemerintah desa tengah melakukan upaya untuk perbaikan nushola ini. “Ya, sudah berupaya, semoga ada jalan. Namun, jika ada Dermawan, lembaga, atau penggiat sosial mau menyumbang silahkan,” pungkasnya.

Reporter : Ruslan AG II Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Cut and Fill di Cikembar Dikeluhkan, Warga Soroti Debu dan Kebisingan 
Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi
Dua Remaja Terseret Ombak Pantai Cibuaya Ditemukan Tewas
Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Cut and Fill di Cikembar Dikeluhkan, Warga Soroti Debu dan Kebisingan 

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Dua Remaja Terseret Ombak Pantai Cibuaya Ditemukan Tewas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua

Berita Terbaru