JURNALSUKABUMI.COM – Kurang lebih hampir sepekan warga yang berada di Kampung Benteng Kidul, RT 03/01, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, dihantui dengan serangan hama ulat bulu. Hingga menyebabkan sejumlah warga mengalami gatal-gatal akibat ulat itu.
Rudiansyah (30) warga sekitar menuturkan. Serangan hama ulat bulu tersebut diketahui sudah terjadi sejak sepekan lalu, ulat itu menempel di beberapa dinding rumah warga, bahkan hingga memasuki rumah-rumah warga.
“Sudah seminggu ulat bulu ini banyak hinggap di rumah seperti nempel di dinding, bahkan ada juga di jemuran. Kami bersama warga lain sudah mencoba menyemprotnya dengan disinfektan dan membunuhnya, tapi esok hari ada lagi,” kata Rudiansyah kepada Jurnalsukabumi.com, Selasa (26/05/20).
Dia mengaku, dirinya tidak tahu asal muasal binatang melata ini. Pasalnya pemukiman di sekitar rumah nya jauh dari lahan pertanian. dengan banyaknya ulat bulu yang tubuhnya bercorak belang kuning hitam tersebut tentunya membuat resah warga apalagi banyak anak-anak dan sudah ada yang mengalami gatal-gatal akibat bulu dari ulat itu.
“Kalo lahan pertanian disini tidak ada, karen pemukiman nya padat penduduk. Warga pun sekarang jarang melintas ke jalan ini karena ulat itu merambat hingga ke bangunan rumah warga,” ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi, Andri Setiawan mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan perihal serangan hama ulat bulu di sejumlah pemukiman warga di Kota Sukabumi.
Ia pun dengan sigap langsung menginstruksikan kepada petugasnya untuk menyemprotkan cairan desinfektan ke lokasi hama ulat bulu tersebut.
“Penanggulangan sudah kami lakukan dan hingga saat ini belum menerima laporan adanya lahan pertanian yang rusak apalagi hingga gagal panen, tetapi antisipasi terus dilakukan sementara untuk ulat bulu yang menyerang permukiman kami akan berkoordinasi dahulu dengan instansi terkait dalam upaya pemberantasannya,” katanya.
Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Sukabumi, Adil Budiman mengatakan, serangan ulat bulu tersebut di duga bersumber dari adanya sebuah pohon, yang berada di tengah pemukiman warga. Namun keberadaan pohon tersebut berada di tengah-tengah tempat yang sulit di jangkau orang.
“Kita langsung terjunkan petugas ke lokasi, guna memutus penyebaran hama ulat bulu itu, jadi pohon nya itu berada di tengah bangunan warga yang sulit di jangkau, sehingga petugas terpaksa melakukan pemotongan pada pohon yang di duga menjadi sumber hama ulat tersebut,” tandasnya.
Reporter: Riki Rahardian || Redaktur: FK Robbi












