Lagi, Kisah Pilu Masyarakat Kota Sukabumi Yang Hidup Seatap Dengan Kandang Kambing

Selasa, 19 Mei 2020 - 20:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Faktor keterbatasan ekonomi membuat Entis Sutisna (63) Warga yang berada di Jalan Selabintana, Gang Yakub, Kelurahan Cikole, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, terpaksa harus rela tidur dan tinggal seatap dengan kambing peliharaannya.

Pantaun Jurnalsukabumi.com, Selasa (19/05/20). Miris memang, kondisi hunian Entis jauh dari kata layak. Saat ini, tempat tinggalnya pun hanya beratap asbes, berdindingkan papan yang dilapisi terpal dan berdempetan dengan dua ekor kambing peliharannya.

Tak hanya itu, tempat tinggal yang sudah hampir empat tahun ia huni tersebut masih bermodalkan bahan bangunan dan tiang penyangga dari kayu.

Termasuk, lantai rumah yang hanya beralaskan satu karpet dengan kasur lusuh sebagai tempat istirahatnya pun mewarnai kisah pilu yang dialami Entis selam ini.

Ironisnya lagi, bau kotoran kambing pun tercium sangat menyengat ketika tiba di lokasi tersebut. Bukan tanpa alasan, Entis yang bertahan hidup seatap dengan hewan peliharannya ini lantaran terbentur peliknya ekonomi yang jauh dari kata cukup.

“Sudah 20 tahun lebih saya tidak punya rumah, sebelum disini, 4 tahun lalu saya sempat tinggal di rumah kaka saya. Tapi, sekarang rumahnya dijual. Jadi, terpaksa saya bikin rumah terbuat dari kayu dan bilik seandanya ini,” kata Etis kepada jurnalsukabumi.com, Sabtu (16/05/20).

Ia menuturkan, berkat perkawinan Entis dengan istrinya yang diketahui sudah meninggal dunia beberapa tahun lalu. Ia memiliki Tiga Orang anak, namun anaknya kini berpisah tempat tinggal, lantaran sudah berumah tangga sehingga ia sekarang terpaksa menjalani kesehariannya seorang diri.

“Saya punya tiga orang anak namun semuanya sudah menikah jadi tidak tinggal dengan saya, jikapun tinggal disini mereka mau dimana dengan kondisi rumah seperti ini,” lirihnya.

Untuk kebutuhan makan sehari-hari, Entis mengaku hanya mengandalkan pemberian dari anak dan tetangganya. Terdakang, ia pun selalu menahan lapar. Lantaran pemberian itu tidak datang setiap hari.

“Untuk makan mah sehari hari kadang mengandalkan dari anak terkadang dari tetangga juga, itupun jika ada, Kalo gak ada gimana lagi,” tuturnya dengan mata yang berkaca-kaca.

Masih kata Entis, selama hidup dengan keterbatasan, ia pun sangat berharap ada uluran tangan dari dermawan maupun dari Pemerintah setempat. Pasalnya, selama ia tinggal dirumah yang mirip dengan gubuk itu tidak pernah mendapatkan perhatian sama sekali dari Pemerintah Kota Sukabumi.

“Kalo dulu pernah mendapatkan bantuan tapi sekarang tidak ada, baru kemarin mungkin lagi itu juga berupa bansos dari Gubernur, Kalo untuk renovasi rumah belum pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah, sempat mengusulkan namun hingga sekarang tidak ada lagi,” tandasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum mendapat keterangan resmindari Pemerintah Kota Sukabumi terkait kisah pilu yang dialami Entis selama 4 tahun ini.

Reporter: Riki Rahardian II Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Polisi Ringkus Empat Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Sukaraja, Dua Orang Masih Buron
Atasi Parkir Liar, Halaman Depan RSUD Palabuhanratu Disterilkan Petugas Gabungan
Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa
Mahar Belum Terbayar, Nyawa Sudah Melayang: Tragedi Karyawan Minimarket di Jampangkulon
BK Lakukan Pendalaman Dugaan Pelanggaran Etik Anggota DPRD Kota Sukabumi
Bupati Sukabumi Asep Japar Lepas Jemaah Haji Kloter 13, Titip Doa untuk Kemajuan Kabupaten Sukabumi
Sempat Lumpuh Akibat Longsor, Arah Ibu Kota via Tol Bocimi Kembali Dibuka
KM 72 Ambrol, Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Berhenti Total Arah Ibu Kota

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:49 WIB

Polisi Ringkus Empat Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Sukaraja, Dua Orang Masih Buron

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:38 WIB

Atasi Parkir Liar, Halaman Depan RSUD Palabuhanratu Disterilkan Petugas Gabungan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:55 WIB

Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:39 WIB

Mahar Belum Terbayar, Nyawa Sudah Melayang: Tragedi Karyawan Minimarket di Jampangkulon

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:38 WIB

BK Lakukan Pendalaman Dugaan Pelanggaran Etik Anggota DPRD Kota Sukabumi

Berita Terbaru

RAGAM

DPPKB: Kampung KB Desa Kalibunder Jadi Pusat Perubahan

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:44 WIB