JURNALSUKABUMI.COM – Tak terasa sudah memasuki hari ke-10, kita menjalankan rangkaian ibadah puasa ramadhan,tarawih, membaca Al-qur’an dan ibadah lain. Bagi umat muslim ibadah ramadhannya belum lengkap dirasa bila belum menunaikan Zakat Fitrah, yakinlah segudah manfaat dan keberkahan senantiasa Allah SWT lipatgandakan.
Ramadhan kali ini, meski diselimuti wabah penyakit corona virus.Yakinlah dengan berzakat, infak dan bersedekah ada solusi.
“Zakat fitrah merupakan penyempurna ibadah shaum kita, sesungguhnya banyak sekali manfaat,” kata Ruyani Ketua Umum BAZNAS Kabupaten Sukabumi.
Lanjut Ruyani, cara zakat dikala pandemi corona, diam dirumah saja, nanti ada petugas Unit Pengelola Zakat (UPZ) masjid dilingkungannya menjemput.
“Begitupun cara pendistribusiannya menghindari kerumunan,” terang Ruyani.
Besaran zakat fitrah,berdasarkan hasil survey pasar dan pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi.
“Ditetapkan besarnya zakat fitrah yang harus ditunaikan berupa beras 2.5 kg, atau 3.25 liter,” terang Ketua Umum BAZNAS ini.
Namun, bila dibayarkan dengan uang setara harga beras tadi. Nilainya sebesar Rp 27.500, tiap jiwanya kalau dirata-ratakan harga beras Rp 8.500/liter,” sambungnya
Soal infak khusus, sebesar Rp 2.500 Ruyani secara gamblang membeberkan diperuntukan untuk terpenuhinya penguatan pergerakan dakwah.
“Sejalan dengan kenaikan harga barang dan jasa, dan bertambahnya kebutuhan pembangunan sarana fisik keagamaan,” beber Ruyani.
Intinya untuk pendayagunaan mujahadah ramadhan,diantaranya insentif imam masjid,bantuan FKPQ, IGRA, MDTA dan bantuan stimulan UPZ Desa.
“Stimulan ponpes, bantuan sembako masyarakat dhuafa, tanggap bencana dan pegawai honor dilingkungan ASN,” pungkasnya.
Reporter: Hendi
Redaktur: FK Robbi












