Kambing Hitam Amburadulnya Data Penerima Terdampak Covid-19

Rabu, 29 April 2020 - 03:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Dewex Sapta Anugrah (Sekretaris DPC Diaga Muda Indonesia Kabupaten Sukabumi)

Sangat disayangkan atas viralnya video para kepala desa yang menolak bantuan gubernur untuk masyarakat. Karena dengan beredarnya video tersebut jelas akan ada dampak dari viralnya statmen perwakilan Kepala Desa se-Kabupaten Sukabumi. Hal tersebut tentu berkaitan dengan situasi ekonomi masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid-19 ini sangat beragam.

Dan hal yang harus kita perhatikan adalah lapisan masyarakat bawah yang jelas sangat membutuhkan bantuan tersebut. Sehingga jika ini terjadi penolakan, lantas apakah para kepala desa ini memiliki solusi yang konstruktif bagi pemenuhan bantuan masyarakat?

Mengenai video yang beredar atas penolakan bantuan yang akan diberikan oleh gubernur untuk masyarakat yang terkena dampak atas pandemi Covid 19 ini sangat disayangkan. Pasalnya bantuan tersebut merupakan bantuan langsung yang akan didistribusikan oleh pemerintah provinsi langsung kepada masyarakat, terutama masyarakat prasejahtera yang belum mendapatkan bantuan baik PKH ataupun BPNT yg telah berjalan.

Pasalnya jika memang bantuan tersebut di tolak karena adanya tumpang tindih data dan sebagainya. Seharusnya ini sudah dilakukan verifikasi sebelumnya dan pihak desa melakukan sinkronisasi data dengan pihak-pihak yang lain, agar bantuan ini tepat sasaran.

Walau hal ini sudah diklarifikasi oleh pihak APDESI, tetapi ini sudah menjadi konsumsi publik yang jelas akan mengganggu proses pendistribusian bantuan tersebut.

Dan jika memang data pihak Pemprov masih menggunakan tahun 2015, maka berarti ini tidak ada update data terbaru sehingga akan menyulitkan pihak terkait. Terlebih bagi saya ini bukan persoalan hal teknis, melainkan substansi bantuan tersebut harus segera terdistribusikan langsung ke masyarakat.

Oleh karena itu, seharusnya para kepala desa yang melakukan siaran video tersebut memahami betul redaksi dan narasi yang akan disampaikan kepada masyarakat, sehingga tidak terkesan ada upaya penolakan bantuan bagi masyarakat.

Karena jika saja bantuan tersebut ditolak, maka ini akan berdampak buruk bagi integritas para kepala desa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena bagi sebagian masyarakat desa, bantuan tersebut sangat dibutuhkan di tengah situasi seperti ini, karena masyarakat desa sangat merasakan betul bahwa dampak dari Covid 19 ini berimbas juga pada pendapatan mata pencaharian mereka, dan ekonomi tersendat karena pandemi ini.

Berita Terkait

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi
Dari Game ke Empati: Pengaruh Pembatasan Bermain Game Online terhadap Kecerdasan Emosional Anak
Pesta Babi, Animal Farm, dan Cermin Masa Depan Bangsa
Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas
Kemudahan yang Menjerat: Krisis Pengelolaan Keuangan di Era Pinjaman Cepat
Menjemput Berkah di Tengah Badai Geopolitik: Jihad Ekonomi, Budaya, dan Spiritual Kabupaten Sukabumi
Di Balik Senyum Siswa Sukabumi: Rasa Syukur atas Kehadiran Heri Gunawan
Semangat Kartini yang Tak Pernah Usai di Ujung Pengabdian

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 11:52 WIB

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:39 WIB

Dari Game ke Empati: Pengaruh Pembatasan Bermain Game Online terhadap Kecerdasan Emosional Anak

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:55 WIB

Pesta Babi, Animal Farm, dan Cermin Masa Depan Bangsa

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:57 WIB

Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:17 WIB

Kemudahan yang Menjerat: Krisis Pengelolaan Keuangan di Era Pinjaman Cepat

Berita Terbaru