JURNALSUKABUMI.COM – Pesisir pantai Palabuhanratu yang menjadi sumbu wisata di Kabupaten Sukabumi bisa jadi paling telak merasakan dampak pandemi wabah virus corona (Covid-19). Biasanya setiap menyambut Ramadan, di sepanjang pantai kerap dijejali wisatawan dari dalam hingga luar daerah, seperti Jabodetabek, Cianjur, Bandung, dan daerah lainnya.

Umumnya, para pengunjung itu melakukan tradisi Papajar atau makan bersama untuk menyambut datangnya bulan suci tersebut. Kini, setelah sampar Covid-19 menyerang, meriahnya suasana itu hampir berubah 180 derajat.
Di sekitar Istana Kepresidenan Palabuhanratu, misalnya, Sabtu (18/04/2020) sekira pukul 09.00 WIB, terlihat sepi hanya ada beberapa pengunjung. Para pemilik warung yang berjejer di kawasan itu, seolah pasrah karena pendapatannya merosot.

Padahal di tahun-tahun sebelumnya, sepekan sebelum Ramadan, bisa di bilang waktu puncak kunjungan wisatawan. Wisatawan memenuhi hampir di area itu, sehingga pedagangpun sibuk melayani pembeli.
“Biasanya sepekan sebelum puasa suka ramai, tapi sekarang ini hanya bisa terhitung dengan jari,” ungkap pengunjung asal Cibadak, Arif Permana (30) kepada jurnalsukabumi.com.
Sementara itu, salah seorang pedagang berharap agar wabah Covid-19 cepat sirna. Sejak awal Maret, dia mengaku pendapatannya morat-marit. Untuk saat ini, baginya mendapatkan Rp100 ribu dalam sehari sudah terbilang beruntung.

“Sepi-sepinya kalau musim liburan, sebelum ada corona, per hari bisa Rp500 ribu. Sekarang mah, aduh susahnya minta ampun. Lihat saja, sepi,” keluh perempuan yang enggan disebutkan namanya ini.
Reporter: Ifan
Redaktur: Jon Digos












