Soal Aktivitas Buruh Ditengah Wabah Corona, Ketua LKS Tripartit Diminta Tegas!

Rabu, 1 April 2020 - 10:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Salah satu anggota Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit, Nendar Supriyatna mempertanyakan tanggung jawab dan sikap Bupati sebagai ketua LKS Tripartit, yang sampai saat ini belum mengambil sikap tegas terkait dengan banyaknya perusahaan beroprasi dan buruh yang masih beraktivitas.

Menurutnya, Dalam persoalan industrial, ditingkat kabupaten ada yang disebut dengan LKS Tripartite. Yang mana lembaga tersebut merupakan keterwakilan dari berbagai unsur.

“Ada unsur pengusaha yang diwakili oleh organisasinya. Yaitu, Asosiasi Pengusaha Indonisia (APINDO), dan buruh yang diwakili oleh organisasi serikatnya. Serta LKS Tripartite tersebut yang mana ketuanya itu Bupati Sukabumi,” kata Nendar saat dihubungi jurnalsukabumi.com, melalui akun WhatSapp pribadinya, Rabu (01/03/04).

Dalam Situasi dan kondisi saat ini sambung Nendar, tentunya diharapkan ketua LKS untuk segera mengambil sikap dengan meminta saran pendapat dan pandangan dari semua unsur yang ada di LKS Tripartite.

“Kalau misalkan diam saja repot. Apa pak Ketua LKS menunggu ada korban, atau menunggu ada kericuhan (kisruh di pabrik), akibat dari salah satu pihak (pengusaha/buruh) mengambil langkah duluan dalam menyikapi situasi Corona ini.” tandasnya

Pria yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Federasi Kehutanan Industri Umum Perkayuan Pertanian dan Perkebunan, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (F Hukatan KSBSI), Kabupaten Sukabumi, ini juga. Meminta kepada ketua LKS agar meminta saran kepada seluruh anggota yang ada dalam LKS

“Kita di Sukabumi ada lima organisasi serikat buruh, saya salah satu pimpinan dari F HUKATAN KSBSI mewakili ribuan anggota meminta pak Bupati dengan kapasitas sebagai ketua LKS Tripartit untuk segera mengambil sikap dengan meminta saran pendapat para pihak. Karena, pastinya ada pro dan kontra, tapi jangan juga akhirnya ratusan ribu buruh di Sukabumi jadi korban.” pungkasnya.

Reporter : Ruslan AG
Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Rumah Bilik Bambu Milik Kakek 72 Tahun di Bojongpari Hangus Terbakar ‎
Dari Stok 20 Tahun, Cadangan Padi Adat Ciptamulya Diprediksi Tinggal 5 Tahun Usai Kebakaran
Di Balik Puing Ciptamulya, Mak Utiah Cari Sisa Barang dari Rumah yang Hilang
Nyaris Maut! Kendaraan Bak Angkut Orang Tertimpa Pohon di Cikakak
Leuit Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Arang, Warga Berjuang Amankan Cadangan Pangan
420 Jiwa Mengungsi Usai Kebakaran Ciptamulya, 70 Rumah Warga Ludes Terbakar
Api Cepat Merambat di Ciptamulya, Kodim 0622 Sukabumi Bantu Kendalikan Kebakaran
Kasepuhan Ciptamulya Terbakar Hebat, Rumah Adat hingga Permukiman Ludes

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 10:54 WIB

Rumah Bilik Bambu Milik Kakek 72 Tahun di Bojongpari Hangus Terbakar ‎

Senin, 27 Juli 2026 - 10:37 WIB

Dari Stok 20 Tahun, Cadangan Padi Adat Ciptamulya Diprediksi Tinggal 5 Tahun Usai Kebakaran

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:54 WIB

Di Balik Puing Ciptamulya, Mak Utiah Cari Sisa Barang dari Rumah yang Hilang

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:28 WIB

Nyaris Maut! Kendaraan Bak Angkut Orang Tertimpa Pohon di Cikakak

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:56 WIB

Leuit Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Arang, Warga Berjuang Amankan Cadangan Pangan

Berita Terbaru