Nahas, Pahlawan Devisa Asal Curugkembar Meninggal di Arab

Jumat, 17 Januari 2020 - 21:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Nahas, Tenaga Kerja Wanita (TKW) Nina (40) warga Kampung Sikluk RT 1/2, Desa Bojongtugu, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia saat bekerja di Riyadh, Saudi Arabia. Pahlawan devisa Nina meninggal dunia akibat penyakit jantung yang dideritanya.

Informasi yang dihimpun jurnalsukabumi.com, korban yang berangkat menjadi TKW ke Saudi Arabia melalui jalur non formal (ilegal), hal ini berdasrkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi.

“Korban sebelum meninggal dunia, sempat melakukan komunikasi dengan keluarganya Kamis 9 Januar 2020, setelah beberapa hari, keluarga korban dikagetkan dengan informasi meninggalnya korban,” ungkap Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Anatar Kerja Dalam dan Luar Negeri Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Tatang Arifin.

Setelah mengetahui korban meninggal, Tatang melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak yakni Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) dan Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) Arab Saudi, dengan tujuan memulangkan korban ke kampungnya.

“Setelah melakukan upaya koordinasi dengan pihak Rumah Sakit Arabia melalui KBRI, korban bisa dipulangkan ke kampungnya, tiba di kampung halamannya pada Jumat (17/01/20) sekitar pukul 04.45 WIB. Dari hasil laporan rumah sakit, korban meninggal akibat penyakit jantung dan pernapasan,” katanya.

Tatang menambahkan, kuat dugaan Nina berangkat menggunakan jalur ilegal. Karena, saat Disnakertrans Kabupaten Sukabumi melakukan pendataan, pihaknya tidak menemukan nama korban yang meninggal di luar negeri itu.

“Pihak kami ikut mengantarkan jenazah kerumah duka, saat berkomunkasi dengan keluarga, korban menjadi TKW sudah 10 tahun, korban belum pernah pulang, hanya melakukan komunikasi jarak jauh melalui telepon celuler dengan keluarganya. Bahkan saat melakukan pendataan, korban tak ada dalam data Disnakertrans,” pungkasnya.

Reporter : Ifan
Redaktur : FK Robbi

Berita Terkait

Emak-emak Terdampak Pergeseran Tanah di Bantargadung Tagih Janji Relokasi
Fatal! Dokumen MCU Tertukar, Kesempatan Kerja Warga Sukabumi Nyaris Terancam
Jeruji Sel Dijebol, Tahanan Polsek Lengkong Kabur dan Lukai Polisi Saat Dikejar
Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka
Pengembang Perum Pratama Residence Cijulang Kembali Didemo, Warga: Stop Janji Busuk! 
Truk Wingbox Terguling Usai Hantam Mobil Listrik BYD di Exit Tol Parungkuda
Nusa Putra Tembus Ranking Dunia, Masuk Kampus Terbaik Jawa Barat dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026
Ratusan Prajurit Yon Armed 13 Nanggala Berangkat ke Perbatasan, Bupati: Kami Bangga dan Mendoakan

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 13:56 WIB

Emak-emak Terdampak Pergeseran Tanah di Bantargadung Tagih Janji Relokasi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:34 WIB

Fatal! Dokumen MCU Tertukar, Kesempatan Kerja Warga Sukabumi Nyaris Terancam

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:12 WIB

Jeruji Sel Dijebol, Tahanan Polsek Lengkong Kabur dan Lukai Polisi Saat Dikejar

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:56 WIB

Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:19 WIB

Pengembang Perum Pratama Residence Cijulang Kembali Didemo, Warga: Stop Janji Busuk! 

Berita Terbaru