Menkop : Pacul Cibatu Lebih Unggul Daripada Impor

Sabtu, 23 November 2019 - 16:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki sangat menyayangkan keberadaan Pacul Cibatu yang lebih berkualitas dibanding produk impor dari china. Hal ini dikarenakan tidak terhubungnya market atau produsen UMKM ke tingkat nasional.

“Masa Cangkul (Pacul) saja harus dari luar negeri. Padahal pacul buatan Cibatu ini lebih bagus ketimbang China. Masalahnya tidak terhubung antara produk UMKM dengen sistem supply chain,” ungkapnya.

Menurut Teten, di Sukabumi banyak produk UMKM yang bagus. Termasuk berbagai alat pertanian hampir semuanya ada di Sukabumi.

“Persoalannya hanya di bahan baku yang tidak stabil dan standarisasi produk yang harus diurus dan pengembangan usaha untuk skala besar,” ucapnya.

Menyoal pembiayaan, Menurut Teten tidak menjadi kendala. Karena saat ini Kredit Usaha Rakyat (KUR) digelontorkan senilai Rp190 triliun. Bahkan dengan bunga hanya enam persen. Ditambah plafon paling kecil mencapai Rp50juta tanpa anggunan.

“Ada juga layanan klinik untuk konsultasi usaha termasuk lisensi SNI, hal ini akan menunjang barang pacul atau pertanian ini, ” katanya .

Terkait pacul sendiri, akan berbicara dengan kementerian lain yang membutuhkannya. Sehingga, pacul produk UMKM bisa masuk ke pasar pemerintah. Termasuk market wikayah online atau digital.

“Masuk ke digitalisasi. Bahan logam naik ke online. Makanya akan ada pelatihan UMKM Go Online. Sehingga pangsa pasarnya akan lebih luas hingga bisa ekspor,” terangnya.

Maka dari itu solusi utama ialah meminta pemerintah membeli produk UMKM.Selain itu, produk UMKM harus membuka secara online.

“Digitalisasi produk UMKM ini sangat penting. Kami sudah memanggil perusahaan online untuk memprioritaskan penjualan produk UMKM. Banyak alat pertanian yang nantinya kita mengekspor,” pungkasnya.

Reporter : Ivan
Redaktur Jon Digos

Berita Terkait

Asep Japar Sah Nahkodai DPD Golkar Kabupaten Sukabumi 2025–2030
Pria Tertemper KA Pangrango di Parungkuda Alami Luka di Kepala
Dulu Susah Air, Kini 60 KK dan Siswa SDN Cikole Nikmati Manfaat Sumur Bor TMMD
Pesan Prabowo di Rakornas TPAKD 2026, Bupati Sukabumi Ikuti Penguatan Akses Keuangan
Hari Santri 2026, Bupati Sukabumi Dorong Santri Kuasai Teknologi Tanpa Kehilangan Tradisi Pesantren
Jaga Harmoni Bersama Warga, DLH Tekankan Pengelolaan Lingkungan bagi Usaha Peternakan
Serangan Lalat dan Bau Tak Kunjung Hilang, Warga Nagrak Desak Tutup Permanen
Banner Klaim Tanah Milik Salim Membentang di Pasar Palabuhanratu, Ahli Waris Muncul Bawa Dokumen Lama

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Asep Japar Sah Nahkodai DPD Golkar Kabupaten Sukabumi 2025–2030

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Pria Tertemper KA Pangrango di Parungkuda Alami Luka di Kepala

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Dulu Susah Air, Kini 60 KK dan Siswa SDN Cikole Nikmati Manfaat Sumur Bor TMMD

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Pesan Prabowo di Rakornas TPAKD 2026, Bupati Sukabumi Ikuti Penguatan Akses Keuangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Hari Santri 2026, Bupati Sukabumi Dorong Santri Kuasai Teknologi Tanpa Kehilangan Tradisi Pesantren

Berita Terbaru