Generasi Milenial Harus Jadi Garda Depan Tangkal Radikal

Selasa, 19 November 2019 - 19:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pengamat Radikalisme dan Terorisme UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rizka Nurul Amanah, mengatakan generasi milenial harus menjadi yang terdepan untuk menangkal radikalisme yang kini menjadi ancaman nyata bagi Indonesia.

Hal tersebut terungkap saat seminar dengan tema “Pengawalan Kebijakan Pemerintah dalam Memerangi Radikalisme”, yang diselenggarakan oleh DEMA FISIP di UIN Syarif Hidayahtullah Jakarta.

“Berdasarkan data yang ada hingga oktober tahun ini bahwa sebagian besar pelaku kekerasan adalah milenial dengan 55 persen sedangkan kaum perempuan 16 persen, yang artinya milenial memiliki andil penting untuk mewujudkan Indonesia damai dan kaum milenial harus mengetahui dulu tentang radikalisme agar tidak tersesat”, ujar Rizka.

Gejala yang perlu diantisipasi saat ini adalah penguatan sentimen agama karena bias di media sosial, dengan begitu generasi milenial memiliki peran penting dalam menangkal radikalisme mengingat milenial melek teknologi dan medsos serta banyak milenial yang paling mengerti medsos dimana banyak pengaruh radikalisme melalui medsos, tutur alumni UIN itu.

Selain itu, Rizka mengatakan kelompok radikal saat ini masuk lewat cpns karena mereka ingin menguasai birokrasi, dan juga masuk ke masjid – masjid di BUMN serta instansi pemerintah. Contoh: Solat dzuhur berjemaah kalau tidak akan di skors. Melalui tren dan memanfaatkan momen politik seperti mengkafirkan orang.

“Deradikalisasi tidaklah menjadi “Solusi” untuk melawan radikalisme ditengah masyarakat karena berdasarkan tahapan Jihadisasi yaitu fundamental, radikal, ekstrimisme, teror dan aksi, upaya deradikalisasi baru menyentuh sampai tahap radikal sehingga belum tuntas hingga menyentuh tahap aksi,” ungkap Rizka.

Menurut pengamat UIN itu, perlu adanya upaya yang lebih dari deradikalisasi dengan menambahkan pendekatan persuasif terhadap seseorang yang diindikasikan terpapar radikalisme sehingga jangan sampai sudah terpapar.

“Dalam hal ini kaum milenial harus dapat peduli terhadap lingkungannya dimana mereka berada sehingga teman – temannya tidak terkontaminasi dengan paham radikalisme, hal tersebut bisa menjadi salah satu solusi pencegahan yang perlu ditumbuhkembangkan dikalangan milenial,” tutup Rizka.

Reporter : FK Robbi

Redaktur : Rustandi

Berita Terkait

Beasiswa Gubernur Jawa Barat 2026 di Nusa Putra University, Berikut Syaratnya!
Ratusan Prajurit Yon Armed 13 Nanggala Berangkat ke Perbatasan, Bupati: Kami Bangga dan Mendoakan
Heri Gunawan: Jangan Atasnamakan Rakyat untuk Kritik Destruktif Program Makan Bergizi Gratis
SMSI dan Mahkamah Agung Bersinergi Cetak Mediator Bersertifikat Nasional
BEM Bersatu Tolak Gerakan Mahasiswa yang Ditunggangi Politik Praktis
Agus Andrianto Dorong Lapas Kembangkan Usaha Mandiri, Tegaskan Jajaran Jangan “Nakal”
Menteri Yandri Susanto ‘Tantang’ Mahasiswa UMMI Bangun Desa Entrepreneur
Ole Romeny Jadi Pahlawan! Indonesia Tundukkan Mozambik 1-0 di FIFA Matchday

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 12:45 WIB

Beasiswa Gubernur Jawa Barat 2026 di Nusa Putra University, Berikut Syaratnya!

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:16 WIB

Ratusan Prajurit Yon Armed 13 Nanggala Berangkat ke Perbatasan, Bupati: Kami Bangga dan Mendoakan

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:20 WIB

Heri Gunawan: Jangan Atasnamakan Rakyat untuk Kritik Destruktif Program Makan Bergizi Gratis

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:33 WIB

SMSI dan Mahkamah Agung Bersinergi Cetak Mediator Bersertifikat Nasional

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:13 WIB

BEM Bersatu Tolak Gerakan Mahasiswa yang Ditunggangi Politik Praktis

Berita Terbaru